Ekowisata Mangrove Karangsong – Indramayu

Terletak di desa Karangsong kecamatan Indramayu, Jawa Barat dengan luas sekitar 50 hektar, Hutan Mangrove Karangsong ini mulai dirawat semenjak tahun 2008 dan dijadikan lokasi ekowisata pada tahun 2010-2014 melalui program CSR Pertamina RU IV Balongan.

IMG20170801170231

Perkembangannya yang sangat pesat terlihat dari sekitar 50 ribu pohon mangrove yang ditanam baik secara sengaja maupun dengan sendirinya.

IMG20170801152819

Saat ini kawasan Pantai Desa Karangsong telah dikenal sebagai Pusat Ekosistem Mangrove Karangsong. Kesuksesannya mengubah wajah pesisir pantai Karangsong menjadi daerah ekowisata membuat PT Pertamina (Persero) RU IV Balongan semakin berkomitmen untuk memperluas implikasinya. Tidak hanya perkembangan ekonomi dan peningkatan kualitas lingkungan namun juga memberikan edukasi kepada generasi muda, melalui pengadaan kunjungan ke Ekowisata Mangrove Karangsong, Indramayu ini.

Hanya diperlukan biaya sebesar 15 ribu rupiah/orang untuk menaiki perahu kayu bermotor dan memasuki kawasan ini. Kawasan dibuka jam 9 pagi dan ditutup jam 5 sore. Yang menarik adalah tidak adanya pedagang yang berjualan di dalam kawasan sehingga tumpukan sampah bisa dikurangi. Tempat sampah besar dengan mudah didapatkan di berbagai sudut kawasan yang disediakan untuk pengunjung.

2017-08-14_12-24-34

Oh and did you know bahwa..mangrove bisa dimakan? Saya baru tau hahaha. Sebelum mampir ke Ekowisata Mangrove Karangsong ini kami mampir ke Rumah Berdikari yang menyajikan berbagai olahan mangrove untuk dikonsumsi.

IMG20170801145102

IMG20170801144923

Gak cuma hutan mangrovenya yang cantik di sini.

IMG20170801170030

 

Siapa yang belum pernah ke hutan #Mangrove ?Sempetin deh sesekali, selain nambah wawasan biasanya hutan mangrove itu instagramable banget buat foto-foto tanpa perlu ngeluarin budget besar. Dari pada akhir pekan lo diisi kegalauan, mendingan juga jalan-jalan! Have a great weekend fellas! #Cirebon #Travel 📷: @nitasellya

A post shared by Aryanata Razki (@aryanatar) on

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

A post shared by Rry Rivano (@rryrivano) on

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

Tapi juga, kesukaan saya banget, pantainya <3

 

A post shared by Nita Sellya (@nitasellya) on

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

 

A post shared by Nita Sellya (@nitasellya) on

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

Jadi kapan kita ke sini? 😉

Jelajah Energi ke Cirebon bersama PT Pertamina (Persero)

Pagi saya kemarin dimulai dengan perjalanan menuju Cirebon atas undangan PT Pertamina, bersama beberapa blogger lain dari berbagai kota.   Kami berangkat dengan kereta Argo Muria tepat jam tujuh pagi. Perjalanan ditempuh selama kurang lebih 3 jam.

2017-08-02_06-55-32

Gunung Ceremai menyambut kedatangan kami ke Cirebon

Kunjungan pertama kami adalah ke oil rig PT Pertamina (Persero) EP (Eksplorasi dan Produksi) Asset 3 yang merupakan anak perusahaan Pertamina di bidang Hulu, yang melakukan eksplorasi dan produksi minyak dan gas di wilayah Jawa bagian barat. Total field yang dimilikinya ada 3: di Subang, Tambun, dan Jatibarang. Yang kami kunjungi adalah yang Rig PDSI#38.2/D1000-E di Jatibarang.

2017-08-02_07-55-26

Pertamina EP Asset 3 ini mempunyai total 53 struktur dari 3 lokasi dan memproduksi 10.181 barrel minyal per hari berdasarkan data Juli 2017. Banyak juga yhea. Hasil dari produksi tersebut mengaliri gas kepad 25 industri dalam berbagai bidang seperti industri baja, semen, listrik, dan pupuk di area Jawa Barat. Sementara untuk minyak dialirkan ke 3 kilang yaitu Balikpapan, Cilacap, dan Pekalongan.

Untuk Pertamina Asset 3 Field di Jatibarang ini sendiri mempunyai total 28 struktur dan menghasilkan 6.296 barrel minyak per harinya.

Enough with all the technicality now let’s enjoy the ride. Jatibarang yang panasnya menyengat menyambut kami siang itu. Matahari lagi lucu-lucunya banget. Setiap orang dipinjamkan Alat Pelindung Diri yang terdiri dari baju kerja, helm, dan sepatu boots. Begitu pakai semua itu dan terpapar matahari, saya udah langsung gobyos keringat. Gak kebayang deh rasanya jadi para pekerja pengeboran minyak yang pakai baju itu selama 8 jam kerja tiap harinya.

2017-08-02_07-55-45

2017-08-02_06-26-27

Alat Pelindung Diri yang wajib dikenakan selama bekerja/berkunjung

2017-08-02_06-25-46

Alat pengeboran minyaknya. Tinggi menjulang. Jauh banget tuh dari atas buat ke bawah.

2017-08-02_06-25-30

APD yang wajib dikenakan selama bekerja

Ternyata gak cuma bekerja dan bekerja aja di onshore rig. Disediakan juga alat olahraga, peralatan tenis meja, dan mushola. Lengkap.

2017-08-02_06-24-14

2017-08-02_06-23-58

Bahkan saat istirahat mereka tetap harus pakai baju kerja

2017-08-02_06-23-30

Selain kunjungan ke Rig, kami semestinya sih berkunjung ke RU VI Balongan tapi sudah terlampau sore karena keasikan main di Ekowisata Mangrove Karangsong dan Pantai Karangsong di Indramayu (more on this later). Jadinya kami hanya melihat kemegahannya dari kejauhan saja.

2017-08-02_10-00-31

RU VI Balongan ini merupakan kilang ke enam dari tujuh kilang milik Direktorat Pengolahan PT Pertamina (Persero) yang mulai beroperasi tahun 1994 dan berlokasi di Indramayu dan berbidang usaha di minyak mentah (crude oil). Keberadaannya sangat penting sebagai pemegang keamanan pasokan BBM yang mempengaruhi kegiatan perekonomian daerah Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan sekitarnya.

Fun Fact: Pertamina RU Balongan ini adalah kilang pertama di Indonesia yang menghasilkan bahan bakar ramah lingkungan dengan produk unggulannya: Pertamax, Pertamina DEX, dan Pertamax Turbo. Yang mana yang sering kalian pakai?

Next: Hura-hura di Pantai Karangsong dan Ekowisata Mangrove Karangsong.

Sekarang mau bebongkaran oleh-oleh Cirebon duluuu :*