Pesona Garut: Candi Cangkuang

Kunjungan Pesona Garut selanjutnya adalah ke Candi Cangkuang. Sebenarnya ini adalah kunjungan kedua saya, namun di kunjungan pertama cuaca sedang hujan cukup deras jadi tidak sempat berlama-lama di sana. Untunglah kali ini cuaca cukup cerah walaupun sempat sedikit gerimis.

Cagar Budaya Candi Cangkuang

Nama Candi Cangkuang diambil dari nama desa tempat candi ini berada, yaitu desa Cangkuang yang dikelilingi oleh empat gunung besar di Jawa Barat: Gunung Haruman, Gunung Kaledong, Gunung Mandalawangi dan Gunung Guntur.

Cagar Budaya Candi Cangkuang

Kata ‘Cangkuang’ sendiri adalah nama tanaman sejenis pandan (pandanus furcatus), yang banyak terdapat di sekitar makam Embah Dalem Arief Muhammad, leluhur Kampung Pulo. Daun cangkuang dapat dimanfaatkan untuk membuat tudung, tikar atau pembungkus.

Cagar Budaya Candi Cangkuang

Cagar budaya Cangkuang terletak di sebuah daratan di tengah danau kecil. Untuk mencapai tempat tersebut melalui jalur utama, pengunjung harus menyeberang dengan menggunakan rakit.

Cagar Budaya Candi Cangkuang

Awalnya Kampung Pulo dikelilingi seluruhnya oleh danau, akan tetapi kini hanya bagian utara yang masih berupa danau, bagian selatannya telah berubah menjadi lahan persawahan. Selain candi, di pulau itu juga terdapat pemukiman adat Kampung Pulo, yang juga menjadi bagian dari kawasan cagar budaya.

Cagar Budaya Candi Cangkuang

Saya cukup beruntung karena saat berkunjung ke sini, Pak Zaki Munawar sang juru pelihara cagar ada di lokasi dan bersedia mengantar saya berkeliling sambil menceritakan seluk beluk candi dan makam. Dan yang lebih menggembirakan, beliau bersedia membukakan pintu candi untuk melihat patung Syiwa di dalamnya dan struktur bagian dalam candi.

Cagar Budaya Candi Cangkuang

Pada awal penelitian terlihat adanya batu yang merupakan reruntuhan sebuah bangunan candi. Makam kuno yang dimaksud adalah makam Arief Muhammad yang dianggap penduduk setempat sebagai leluhur mereka. Selain menemukan reruntuhan candi, terdapat pula serpihan pisau serta batu-batu besar yang diperkirakan merupakan peninggalan zaman megalitikum. Pak Zaki mengatakan bahwa candi ini sungguh misterius karena tidak berhasil diketahui bagaimana asal-usulnya dan peninggalan siapa.

Cagar Budaya Candi Cangkuang

Pada awal penelitian terlihat adanya batu yang merupakan reruntuhan bangunan candi dan di sampingnya terdapat sebuah makam kuno berikut sebuah arca Syiwa yang terletak di tengah reruntuhan bangunan. Dengan ditemukannya batu-batu andesit berbentuk balok, tim peneliti yang dipimpin Tjandrasamita merasa yakin bahwa di sekitar tempat tersebut semula terdapat sebuah candi. Penduduk setempat seringkali menggunakan balok-balok tersebut untuk batu nisan.

Bicara soal batu nisan, di foto di atas bisa dilihat bentuk kepala nisan makam yang merunduk. Menurut Pak Zaki Munawar, hal itu melambangkan prinsip padi. Makin berisi makin merunduk. Bahwa manusia tidak boleh sombong dan harus selalu rendah hati.

Cagar Budaya Candi Cangkuang

Berdasarkan keyakinan tersebut, peneliti melakukan penggalian di lokasi tersebut. Di dekat kuburan Arief Muhammad peneliti menemukan pondasi candi berkuran 4,5 x 4,5 meter dan batu-batu candi lainnya yang berserakan. Dengan penemuan tersebut Tim Sejarah dan Lembaga Kepurbakalaan segera melaksanakan penelitian didaerah tersebut. Hingga tahun 1968 penelitian masih terus berlangsung.

Cagar Budaya Candi Cangkuang

Proses pemugaran Candi dimulai pada tahun 1974-1975 dan pelaksanaan rekonstruksi dilaksanakan pada tahun 1976 yang meliputi kerangka badan, atap dan patung Syiwa.

Cagar Budaya Candi Cangkuang

Pada pemugaran tahun 1974 ditemukan kembali batu-batuan yang merupakan bagian-bagian dari kaki candi. Kendala utama rekonstruksi candi adalah batuan candi yang ditemukan hanya sekitar 40% dari aslinya, sehingga batu asli yang digunakan merekonstruksi bangunan candi tersebut hanya sekitar 40%. Selebihnya dibuat dari adukan semen, batu koral, pasir dan besi.

Cagar Budaya Candi Cangkuang

Candi Hindu ini masih sering dikunjungi penganut agama Hindu yang hendak bersembahyang di hari-hari tertentu. Saya melihat tempat dupa dan beberapa uang logam yang menurut Pak Zaki adalah salah satu persembahan dari mereka yang sembahyang di sana.

Komplek candi ini membawa keheningan yang “adem” buat saya, nyaris seperti… pulang ke rumah. Semoga tetap selalu terawat dengan baik.

Perjalanan ini adalah undangan dari Kementerian Pariwisata Indonesia. Sila mampir ke Twitter dan Instagram dengan hashtag #PesonaGarut #PesonaIndonesia untuk melihat oleh-oleh dari para blogger yang diundang.

Pesona Garut: Pantai Santolo

Berikutnya dalam rangkaian Pesona Garut, adalah kunjungan ke pantai. Pantai yang kami kunjungi bernama Pantai Santolo. Lokasinya sekitar 90 kilometer dari Kota Garut dengan trek jalan yang aduhay meliuknya. Aspal sih. Mulus sih. Tapi dahsyat kelok-keloknya : )) Pastikan sebelum berangkat dari Garut kamu tidak makan terlalu banyak, tidak duduk di kursi paling belakang kendaraan, dan menatap ke depan, kalau mudah mabuk darat. Karena kalau semua itu dilanggar, dijamin kamu bisa mengucapkan selamat tinggal ke makanan yang kamu makan sebelum berangkat XD

Ada beberapa rute jalan yang dapat dipergunakan untuk tiba di Pantai Santolo ini. Jalur pertama melalui terminal Garut dilanjutkan ke Santolo. Jalur Lainnya adalah melewati Cianjur – Cidaun – Rancabuaya – Santolo. Jalur terdekat untuk wisatawan dari Bandung ialah melewati Ranca Bali – Naringgul – Cidaun – Rancabuaya – Santolo. Wisatawan dari Bandung juga bisa melalui jalur alternatif yaitu melalui Pangalengan.

Kunjungan kami ke Pantai Santolo sayangnya terlalu siang sehingga kami tiba di sana menjelang matahari terbenam. Sudah sepi sekali dan ombak sudah tinggi.

Sebutan lain Pantai Santolo adalah Pantai Cilauteureun. Cilauteureun bisa diartikan sebagai “air laut yang berhenti”, karena air laut di muara Cilauteureun polanya terbalik. Bukannya mengalir ke laut, malah balik kembali ke muara. Hal ini disebabkan karena permukaan laut lebih tinggi dari permukaan sungai. Konon fenomena ini hanya ada dua di dunia, Pantai Santolo Indonesia dan Perancis.

Di Pantai Santolo ini ada terdapat area yang diisi oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), yang digunakan untuk peluncuran roket. Begitu masuk area pantai, ada sebuah monumen berbentuk roket, tepat di gerbang masuk LAPAN/

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

Pantai Santolo Garut

Mbak Wiwik lari dikejar ombak 😀

Perjalanan ini adalah undangan dari Kementerian Pariwisata Indonesia. Sila mampir ke Twitter dan Instagram dengan hashtag #PesonaGarut #PesonaIndonesia untuk melihat oleh-oleh dari para blogger yang diundang.

Pesona Garut: Wisata Darajat

Selesai menikmati Gebyar Budaya Garut 2017, Kawasan Darajat sudah menanti di agenda untuk dikunjungi. Wisata yang terkenal di sini adalah Darajat Pass Waterpark dan Kawah Darajat.

  • Darajat Pass

Lokasinya sekitar 23 km dari kota Garut dengan ketinggian 1700 mdpl. Udaranya sejuk banget, dan saat kami ke sana tidak terlalu ramai. Mungkin karena hari kerja dan pagi hari ya. Isinya Darajat Pass? Macam-macam, kebanyakan berupa kolam-kolam pemandian air panas dan wahana khas waterpark sebagai penambah keriaan. Ada juga flying fox, trampolin, ATV road, dan berkeliling menaiki kuda. Selain itu ada juga beberapa kamar dan bungalow yang bisa disewa untuk menginap bersama keluarga maupun teman-teman.

Berbagai perusahaan biasanya memilih lokasi ini sebagai tujuan outing karena sangat cocok untuk dewasa dan anak-anak, rombongan anak TK, SD, pelajar SMP, SMA dan mahasiswa sampai dengan rombongan keluarga dari berbagai usia bisa menikmati kegembiraan bersama di Darajat Pass.

Kawasan Darajat Garut

ADA YANG JUAL CIMOL! *mudah bahagia*

Sumber: Adam dan Susan dari pergidulu.com

  • Kawah Darajat

Kawah Darajat merupakan lokasi pegunungan di Desa Padawaas, Kecamatan Pasirwangi, Garut. Ketinggian Kawah Darajat ini sekitar 1.920 meter di atas permukaan laut, dengan konfigurasi umum lahan yang berbukit dan berlembah dengan tingkat kemiringan lahan yang agak curam dan stabilitas tanah yang cukup baik serta daya serap tanah yang cukup.

Tempat ditemukannya sumber panas bumi  ini saat ini dijadikan Pwmbangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Kawah Darajat terletak berdekatan dengan Kawah Kamojang di perbatasan Garut dan kabupaten Bandung.

Saat ini PLTP Darajat dikelola oleh Amoseas Indonesia Inc, anak perusahaan Chevron Texaco yang merupakan pionir dalam proyek pengelolaan panas bumi. Dalam mengelola PLTP Darajat, Amoseas bermitra dengan PT Pertamina dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui anak perusahaannya, Indonesia Power. Energi listrik yang dihasilkan oleh ketiga sumur itu cukup besar dan memenuhi pasokan listrik untuk wilayah Jawa dan Bali.

Dalam perkembangannya, kawah darajat menjadi komoditas wisata yang cukup menjanjikan. banyak lokasi lokasi wisata seperti, waterpark air panas, hotel, outbond yang jika saat liburan tiba kawasan ini sangat penuh, hingga menyebabkan kemacetan yang cukup panjang.

(sumber Wikipedia)

Kunjungan kami ke Kawah Darajat yang juga dilakukan di hari kerja dan relatif pagi hari membuat kami merasa memiliki Kawah karena…. gak ada pengunjung lain lagi 😀 Baru terlihat pengunjung lain berdatangan setelah kami bergerak pulang, sekitar jam 1 siang. Walaupun matahari terang benderang, semilir angin membuat kawasan kawah terasa sejuk, kecuali kalau dekat-dekat sumber air panas yah. Ya iyalah 😀

Kawasan Darajat Garut

Salah satu tim pesona Indonesia, Leonita, sedang berpose di depan kawah

Kawasan Darajat Garut

Mbak Wiwik pose juga

Kawasan Darajat Garut

Saya gak mau kalah 😀

Kawasan Darajat Garut

Menuju kawah

Perjalanan ini adalah undangan dari Kementerian Pariwisata Indonesia. Sila mampir ke Twitter dan Instagram dengan hashtag #PesonaGarut #PesonaIndonesia untuk melihat oleh-oleh dari para blogger yang diundang.

Pesona Garut: Gebyar Budaya Garut 2017

Salah satu kabupaten di Jawa Barat, Kabupaten Garut menggelar peringatan hari jadi ke-204 dengan tema “Mapag Abad Kadigjayaan”. Rangkaian acaranya digelar sejak 11 Februari hingga 26 Februari 2017. Acara Pembukaan Gebyar Budaya Garut 2017 digelar pada 22 Februari 2017 dengan menyuguhkan hiburan kesenian tradisional, islami dan kesenian modern. Panitia juga telah mengundang utusan kedutaan besar dari 4 benua (Amerika, Asia, Eropa, dan Australia).

Saya dan beberapa kawan dari tim Pesona Indonesia Kementrian Pariwisata berkesempatan menyaksikan pembukaan Gebyar Budaya Garut tersebut. Tiba di kota Garut pukul 9 pagi, kami langsung meluncur ke Alun-alun Garut yang sudah diramaikan oleh para peserta Gebyar Budaya Garut 2017. Ternyata tidak hanya budaya dari Kabupaten Garut yang diusung di sana, saya melihat beberapa peserta berasal dari luar Pulau Jawa di antaranya Kalimantan. Acara ini melibatkan seniman dan seniwati dari 22 daerah di Kabupaten Garut, 5 kabupaten dan kota di Jabar serta 5 provinsi lain di Indonesia.

Selain itu ada juga talenta-talenta muda dari berbagai jenjang pendidikan yang dengan penuh semangat mempersembahkan “Tarian Garut Mapag Abad Kadigjayaan”. Mereka ternyata bukan penari profesional namun tetap tampil dengan mengagumkan. Ini lah bagian dari sebuah festival yang saya sangat sukai, tarian. Tarian kolosal “Mapag Abad Kadigjayaan” ini dibawakan oleh 150 orang penari. Acara disambung dengan helaran budaya yang diikuti 22 komunitas kesenian di Kab. Garut, kelompok seni dari 5 kabupaten di Jawa Barat, 5 Provinsi, dan seni budaya dari empat benua.

Gebyar Budaya Garut 2017 ini dipusatkan di sepanjang Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Garut. “Peristiwa hari ini tentunya diharapkan mampu mengangkat citra Kabupaten Garut di sektor pariwisata, juga mampu meningkatkan nasionalisme dan pluralisme, yang saat ini kondisinya kurang begitu baik,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara Esthy Reko Astuti, dalam sambutannya mewakili Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Bapak Bupati Garut Rudi Gunawan mengatakan Gebyar Budaya Garut 2017 yang bertajuk “Mapag Abad Kadigjayaan” menunjukkan bahwa potensi seni budaya Kabupaten Garut tidak kalah dengan daerah lainnya. “Besar harapan saya Hari Jadi Garut ke-204 menjadi sarana membangun semangat kebersamaan warga Kabupaten Garut untuk melaksanakan berbagai program pembangunan daerah secara berkelanjutan,” ujar Pak Rudi.

Gebyar Budaya Garut ini dibuka oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara, Kementrian Pariwisata RI, Esthy Reko Astuti, serta dihadiri oleh seluruh unsur Muspida dan perwakilan Duta Besar dari berbagai negara. Ramai yah 😀

Di bawah ini adalah berbagai foto yang saya ambil sambil menikmati suguhan Gebyar Budaya Garut 2017, juga yang saya dapat dari berbagai akun Instagram.

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

 

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

Gebyar Budaya Garut 2017

Saya dan peserta dari Kalimantan

Gebyar Budaya Garut 2017

Bocah cilik sang penari ular. Saya minggat waktu ularnya disodorkan ke saya. YA IYALAH T__T

Gebyar Budaya Garut 2017

Neneng cantik salah satu penari “Tarian Garut Mapag Abad Kadigjayaan”

Gebyar Budaya Garut 2017

Pembukaan Gebyar Budaya Garut 2017

Gebyar Budaya Garut 2017

Mbak Wiwik, salah satu tim Pesona Indonesia, berfoto dengan ceria bersama peserta pawai dari Kota Purwakarta. Mereka memakai kostum…. keramik Plered : )))) Jadi mereka melumuri tubuh mereka dengan tanah liat sebagai perlambang keramik. Tiap tanah liatnya mengering, mereka basahi lagi dengan air.

Gebyar Budaya Garut 2017

Antusiasme warga kota Garut dan sekitarnya menyaksikan Gebyar Budaya Garut 2017

Gebyar Budaya Garut 2017

Para jagoan cilik :’)

Gebyar Budaya Garut 2017

Salah satu peserta lagi ngadem dulu. Matahari kota Garut lagi sehat-sehatnya hari itu memang.

Perjalanan ini adalah undangan dari Kementerian Pariwisata Indonesia. Sila mampir ke Twitter dan Instagram dengan hashtag #PesonaSingkawang #PesonaGarut #PesonaIndonesia untuk melihat oleh-oleh dari para blogger yang diundang.

Kegiatan asik yang bisa dilakukan di Trizara Resorts

Menyambung tulisan saya di sini, sekarang saya mau ceritain, bisa ngapain aja sih di Trizara Resorts? Di bawah ini adalah beberapa kegiatan favorit saya di antara banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan di Trizara Resorts.

  • Menikmati matahari terbit. Jam 5.15 pagi saya sudah nangkring di teras tenda saya di Trizara Resorts sambil tiup-tiup kopi panas yang dibikin pakai pemanas air di tenda. Siap-siap nunggu matahari terbit. Cuaca pagi bandung yang lagi berawan terus, ternyata tetep bikin pemandangan matahari terbitnya tetep kece.

 

 

 

 

  • Foto-foto cantik dan ganteng. Banyaaaaaaaaaak banget sudut kece buat kamu foto-foto buat Instagram kamu di Trizara Resorts. Saking banyaknya suka bingung sendiri milih mau foto di mana.

 

 

A photo posted by Travel Blogger (@ceritaeka) on

 

 

 

 

 

  • Piknik. Trizara Resorts punya area khusus buat piknik dengan lengkap dengan camilan dan pernak-pernik pikniknya. Lucu-lucuu.

A photo posted by Ratri Adityarani (@ratrichibi) on

 

 

A photo posted by Atrasina Adlina (@adlienerz) on

 

 

 

  • Offroad naik Landrover. Terus terang di antara semua kegiatan yang disediakan Trizara Resorts, inilah yang paling saya tunggu-tunggu. Soalnya seru kayaknya naik Landrover melalui jalanan becek berlumpur naik turun. Dan ternyata bener, SERU ABIS! Teriak-teriak karena Landrover miring banget sampe kayaknya bentar lagi ngeguling. Beberapa teman nekat naik di depan mobil selama perjalanan dan jeritan mereka kedengeran sampa beberapa kendaraan di depan maupun di belakang kendaraan mereka 😀

 

 

A photo posted by Atrasina Adlina (@adlienerz) on

 

 

A photo posted by nda• #travelmulu (@jengnanda) on

 

  • Archery dan Paintball. Kalau kamu datang ramean sama teman/keluarga/kantor, dua aktivitas ini bisa jadi pilihan. Saya semangat bener ikut Archery secara belum pernah main panah-panahan 😀 Abis belajar manah sendiri-sendiri, dilanjut dengan tanding antar dua team, rebutan dulu-duluan ngebolongin benteng lawan m/ Grup saya, kalah apa menang ya. Lupa :)) Ingetnya cuma seru teriak-teriak panah-panahan.

A photo posted by (dado) (@dzh_hrp) on

 

 

 

A photo posted by Ratri Adityarani (@ratrichibi) on

 

 

  • Api unggun. Berkemah walaupun glamor juga tetep harus banget ada api unggun. Salah satu acara yang dinantikan tiap kemping nih. Trizara Resorts punya spot khusus api unggun. Gak usah kuatirin kayu bakar dan cara nyalainnya. Semua dibantu oleh staff Trizara Resorts yang ramah dan sigapnya luar biasa keren.

A photo posted by Taufan Gio (@disgiovery) on

 

 

 

 

Or we can just sit back and enjoy what nature (or in this case, Trizara Resorts has to offer. Pemandangan di Trizara Resorts sungguh sungguh cantik dan menyejukkan. Bagi saya yang orang kota yang terbiasa melihat gedung, pemandangan macam ini sangat menenangkan dan membahagiakan. Cocok banget buat berdialog dengan diri sendiri, atau ngobrol dari hati ke hati bersama orang-orang terdekat 🙂

A photo posted by Travel Blogger (@ceritaeka) on

 

A photo posted by Taufan Gio (@disgiovery) on

 

 

 

 

 

Terima kasih banyak, Trizara Resorts yang sudah menerima kami dengan keramahan maksimal dan fasilitas yang cihuy. Semoga ada jodoh kita berjumpa lagi ya!

Glamping di Trizara Resorts – Lembang

Apa yang ada di benakmu ketika mendengar istilah “Camping”? Kalau “Glamourous camping”? Kalau “Trizara Resorts?

Di benak saya, nanti pipisnya di mana? Heuheuheu. Pandangan saya soal berkemah ya gitu. Bobok di tenda di tengah alam, gak mandi, pipis di semak, makan masak di api unggun. Ala pramuka gitu (pramuka banget acuannya).

Ternyata gak semua camping kayak gitu, sodara-sodara. Ada yang namanya glamour camping. Berkemah glamor. Berkemah mewah. Apapula itu, pikir saya. Pertanyaan-pertanyaan saya terjawab setelah memasuki tenda saya di Trizara Resorts.

Perjalanan Jakarta-Lembang selama 6 jam karena pengalihan jalur untuk bus dan kendaraan besar akibat kerusakan jembatan Cisomang sempat bikin saya mikir, awas aja nih kalau campingnya di Trizara Resorts gitu-gitu doang. Gak sepadan ama perjalanannya.

Ternyataa.. begitu memasuki lokasi Trizara Resorts saya sudah mulai terhibur dengan udara dan anginnya yang sejuk. Lembang yang lagi agak mendung ditambah angin sepoi-sepoi berbau hujan, bikin pengen buru-buru rebahan di kasur sambil selimutan dan minum kopi.

 

But not so fast, karena kedatangan saya ke Trizara Resorts yang merupakan undangan dari rekan-rekan di Kanca Digital ini ternyata melibatkan puluhan blogger lainnya. Maka marilah kita berhahahihi kenalan sana sini dulu, sambil menikmati makan siang yang pindah ke sore saking macetnya perjalanan. Untung makanannya enak loh. Dan banyak. Dan sambalnya pedas. Ini penting! Trizara Resorts paham banget apa yang terjadi di perut kami setelah perjalanan panjang. Makanan enak dan hangat, restoran yang luas dan cantik, pemilik yang dengan ramah (dan ganteng ehehe) menyambut langsung kedatangan kami. Komplit.

DSC04529-01

Mr. Kunal salah satu pemilik Trizara Resorts. Ganteng. Ehe.

 

Baru di sana saya tahu ternyata yang datang ke Trizara Resorts gak cuma dari Jakarta dan Bandung saja. Ada yang dari Medan, Semarang, Filipina, dan Australia. Wow ramai! Dan sebagian besar merupakan blogger dan pejalan senior #sembah.

DSC04577-01

Makan siang yang tertunda

DSC04541-02

Kopinya Trizara Resorts enak :9

Selesai makan malam dan ice breaking ngobrol-ngobrol, saya dan rekan sekamar yang baru kenal saat sebelum naik bus dari Jakarta menuju Trizara Resorts (tapi dalam dua hari ke depan ngobrolnya udah dalem banget), Lutfi, mengambil kunci dan bergerak ke tenda kami. Sempet ditakut-takutin sama teman-teman yang sudah datang lebih dulu bahwa tenda kami letaknya jauh di lembah. Dheg. Tapi ya sudah lah, yang penting masuk tenda aja dulu rebahan.

Baru bersiap menuju ke tenda, eh hujan lumayan deras. Waduh gimana ini secara dari lobby ke tenda melalui ruang terbuka. Ternyataaaa… Trizara Resorts menyediakan mobil khusus buat mengantar tamu ke tenda masing-masing. Yak sip, gak perlu jalan ujan-ujanan!

DSC04526-01

Sesampainya di tenda saya langsung takjub dan girang. Takjub karena tendanya nyaman banget dan luaaass. Pemandangan tenda saya di kelas Zana agak kehalangan pohon tapi saya masih tetep bisa lihat kerlip lampu kota. Dan girang karena, kamar mandinya ada di dalam tenda 😀 Gak usah kuatir kudu jalan jauh kalau kebelet pipis tengah malam.

 

 

Tenda dilengkapi dengan alat pemanas air, kopi teh gula krimer, dua botol air mineral, dan sandal. Berasa di hotel. Gak usah bawa-bawa peralatan mandi standar macam handuk, sabun, sikat dan pasta gigi. Udah ada semua di Trizara Resorts. Bersih dan wangi pula.

Di tenda saya ada satu colokan dekat sisi tempat tidur. Sempet agak kecewa kenapa colokannya cuma satu, untung saya bawa colokan tambahan jadi saya dan Lutfi bisa saling nyolok dengan adil. Apa sih.

DSC04546-01

 

Berikut ini kamar-kamar yang saya dan kawan-kawan saya nikmati selama di Trizara Resorts:

 

 

 

 

Liat peti hitam di foto kedua? Ingat kekecewaan saya soal colokan? Nah ternyata kejutannya di situ. Peti tersebut ternyata berfungsi sebagai safety box. Kita bisa nyimpen gadget dan barang berharga lainnya di sana, tinggal digembok aja (dan jangan lupa gembok juga pintu tenda sebelum ke mana-mana ya). Pas buka peti buat nyimpen-nyimpen, saya nemu beberapa lubang “mencurigakan”. Pas saya buka, ternyata kecurigaan saya benar. COLOKAN! Dan banyak! Asik bener bisa ninggalin gadget sambil dicharge sementara saya keliling-keliling liat-liat keseluruhan Trizara Resorts :*

Trizara Resorts ini punya 4 jenis kamar:

  1. Netra (kata Koh Sinyo, kawan saya yang juga ikut menginap bersama, Netra 12 adalah yang pemandangannya terbaik dan banyak dipesan orang loh). Kapasitas 2 orang. Ukurannya 36 meter persegi.
  2. Zana. Kapasitas 2 orang juga. Konon cocok buat yang honeymoon karena letaknya paling bawah dan jarak antar tenda gak terlalu dekat, jadi gak banyak dilewati orang lain. Ukurannya 33,75 meter persegi.
  3. Nasika. Kapasitas 4 orang, cocok buat keluarga kecil atau bareng teman-teman dekat. Desainnya condong ke “classic”. Ukurannya 38,5 meter persegi.
  4. Svada. Kapasitas 4 orang juga, sama dengan Nasika. Bedanya di desain. Svada condong ke “rustic” design. Ukurannya sama dengan Nasika.

Di Trizara Resorts ternyata gak cuma bisa glamping aja. Ada beberapa kegiatan seru (BANGET) yang bisa kita ikuti di sana. Apa aja? Di postingan berikutnya aja ya :*

Yang pasti saya seneng banget bisa staycation di sini. Semua staffnya ramah (para staff Trizara Resorts adalah mereka yang tinggal di sekitar situ. Trizara Resorts juga menerima siswa siswi sekolah pariwisata yang mau praktek di sana), pelayanannya cepat tanggap, tempat tidurnya nyaman, tendanya anti bocor (2 malam kami di sana diterpa hujan lumayan deras, gak ada rembesan air hujan sama sekali di tenda!), pemandangan ciamik. Bener-bener pas buat yang mau romantis berdua pasangan, atau mau ngumpul gosip cantik bersama sahabat.

Kalau kamu mau glamping asik di Trizara Resorts juga, coba kontak ke:

Trizara Resorts

Jl. Pasirwangi Wetan,

Lembang, Indonesia

Nomor Telp:

+62 22 8278 0085

+62858 7169 8923

Atau colek mereka di: Trizara Resorts – Lembang

Mau ngintip sedikit penampakan Trizara Resorts? Coba cek Instagram mereka di sini, atau bisa juga lewat video ini:

Udah siap glamping di Trizara Resorts? 😉

Hidup adalah tentang bagaimana kita ingin dikenang orang lain

Apakah kita ingin dikenang sebagai orang yang tidak pernah menangis. Atau orang yang selalu mencaci. Atau orang yang menghabiskan hidupnya berusaha membahagiakan orang lain.

Buat saya, yang paling buruk adalah dikenang sebagai orang yang tidak meninggalkan kenangan. Tidak ada yang bisa mengenang apa yang pernah saya buat, apa yang pernah saya katakan. Tidak ada yang bisa mengenang saya sebagai manusia.

Sebuah kalimat bijak mengatakan, hiduplah hari ini seolah esok tak akan datang. Saya tidak pandai mengingat jadi sila bila ada yang ingin menambahkan kalimat siapa atau apa itu. Bagi saya, kalimat itu mengatakan, “Buatlah kenangan. Lakukan sesuatu. Katakan sesuatu.” Dan idealnya, buatlah kenangan yang menghangatkan hati.

Beberapa waktu belakangan ini, saya tidak melakukan apapun. Saya tenggelam dalam apa yang disebut zona kenyamanan saya. Yang sesungguhnya tidak terlalu nyaman juga. Saya jadi pemalas, jarang bergerak, jarang beraktivitas, jarang (mungkin sudah bisa dibilang tidak pernah) berkarya apapun.

Awalnya saya menikmati. Masa ini saya anggap masa istirahat di mana yang saya lakukan hanya tidur-tiduran sambil menonton film di komputer atau di ponsel pintar saya. Saya sibuk bermalas-malasan bersama berbagai akun media sosial saya. Jarang ketemu orang lain (kecuali suami), jarang berdiskusi, jarang membaca (kecuali novel-novel Stephen King). Total pemalas.

Kemudian saya menyadari sesuatu. Saya tidak bahagia dengan diri saya sendiri. Mungkin terlihat saya tidak bersyukur karena mungkin saja banyak orang-orang yang ingin melakukan apa yang saya lakukan. Atau mungkin memang saya tidak bersyukur. Apapun itu, saya merasa bodoh. Otak saya terasa jompo. Badan saya terasa membengkak. Dan emosi saya jadi naik turun. Ada masanya ketika saya bisa mengeluarkan kalimat bijak, tapi lebih banyak masanya ketika saya merasa marah pada sekeliling saya. Semua orang salah. Seisi dunia salah. Saya bosan. Saya lelah dengan kemalasan saya.

Dan pagi ini saya berpikir, apakah saya yang seperti ini yang akan diingat orang lain. Saya tidak tidak mempunyai pencapaian apa-apa. Saya yang sekadar jadi manusia medioker, atau malah di bawah medioker.

Dan itu, menakutkan saya. Si egois haus pujian haus pengakuan ini ketakutan. Ketakutan ini disiram bahan bakar berita yang saya baca tentang kematian ibunda dari seorang penyanyi muda ternama. Ibunda diingat sebagai manusia yang memberikan berkat bagi orang lain. Memberikan kebahagiaan ke sekelilingnya. Bukankah pada akhirnya, kenangan tentang kita lah yang abadi. Tidak dilupakan. Dan saya, si egois haus pujian haus pengakuan ini ketakutan. Saya takut dilupakan.

Di film, setelah kesadaran ini timbul akan muncul adegan potongan-potongan perubahan yang saya lakukan. Mungkin tiba-tiba muncul adegan saya sedang olahraga di pusat kebugaran. Adegan saya berlari di bukit. Adegan saya sedang serius mengetik rancangan novel di laptop. Atau adegan saya berkumpul dengan kawan-kawan di sebuah kafe, tertawa terbahak-bahak.

Di kehidupan nyata, saya tidak tahu adegan apa yang akan muncul. Mungkin malah pengulangan kemalasan saya sendiri. Berkali-kali. Atau mungkin semua yang saya sebut di atas.

Entahlah.

HIdup adalah tentang bagaimana kita ingin dikenang orang lain. Yang pasti, saya tidak ingin dilupakan. Saya ingin meninggalkan jejak.

Bagaimana kamu ingin dikenang?

SenS Hotel & Spa – Ubud, Bali

Mengunjungi Ubud, yang terbayang di saya adalah penginapannya yang “Ubud” banget. Dalam arti dikelilingi sawah dan hutan, agak terpencil, dan full privacy. Begitu memasuki Sens Hotel & Spa, ternyata saya salah. Ternyata ada juga hotel modern di pusat Ubud. Exactly my cup of tea.

Kunjungan ke Sens Hotel and Spa ini berawal dari colekan Om Abe yang ngajak saya piknik ke hotel yang baru saja dibuka di Ubud. Yah secara bali yah, ya kali saya nolak. Saya lemah sama Bali :’)

Terletak di lokasi yang super strategis di pusat kota Ubud. Aksesnya dekat ke Puri Ubud, Puri Peliatan, Pasar Seni Ubud, Monkey Forest, museum, galeri seni, butik, restoran, bar, bank, dan favorit saya Seniman Coffee. Jalan kaki santai 10 menit sudah sampai ke Seniman Coffee. Sangat memudahkan tamu yang mengincar wisata budaya, seni, kuliner, dan wisata alam di Ubud.

Fasilitas di SenS Hotel & Spa

Spa, tentunya. Dengan jam buka mulai dari jam 9 pagi sampai jam 11 malam setiap harinya, pas banget buat yang abis pegal-pegal setelah bersepeda keliling Ubud, ngopi cantik di kafe sekitar hotel, atau sekadar jalan-jalan keliling Ubud.

Gym, tidak terlalu besar tapi bagi saya cukup untuk memenuhi kebutuhan olahraga sehari-hari yang gak terlalu berat. Kecuali kalau tamunya atlet kali yah. Buka dari jam 7 pagi sampai jam 11 malam.

Meeting room/Ballroom. Mau mengadakan pesta pernikahan/ulang tahun/ meeting kantor/ arisan di Ubud? SenS Hotel & Spa bisa jadi salah satu pilihan. Dengan kapasitas mencapai hingga 300 orang, sungguh cocok untuk pesta pernikahan skala privat atau acara lainnya.

Kolam renang. Buat saya, hotel itu gak lengkap kalau gak ada kolam renangnya. Dan kolam renang di SenS Hotel & Spa ini sangat bersahabat buat yang gak bisa berenang kayak saya. Karena dalamnya hanya 1,4 meter 😀

Kamar di SenS Hotel & Spa.

Saya mendapat kamar superior yang terletak di lantai 1. Persis di depan smoking area. Oh ya, SenS Hotel & Spa adalah hotel dengan semua kamar non smoking, namun mereka menyediakan satu area di dekat kolam renang untuk para perokok seperti saya. Jadi kalau kamu perokok dan mau menginap di sini, jangan lupa minta kamar di lantai satu dekat smoking area, biar gak terlalu jauh jalannya.

Ada yang unik d kamar mandi SenS Hotel + Spa ini nih. Bisa dibaca di bawah ini:

 

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

Dan favorit saya soal kamar di SenS Hotel & Spa adalaaaah: Mereka sedia guling. Penting loh ini! Aneh rasanya tidur gak meluk guling tuh 😀

 

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

SenS Hotel & Spa memiliki 91 kamar yang nyaman dan 6 suite dengan pemandangan taman dan kolam renang. Semua kamar dilengkapi tempat tidur “SenS signature“ yang super nyaman (bisa pilih jenis bantal yang kamu mau), fasilitas modern yang fungsional, desain yang inovatif untuk kenyamanan maksimal pada saat bekerja maupun beristirahat. Jaringan Wi-Fi tersedia di seluruh area hotel dan disediakan secara gratis bagi para tamu.

Sering kesal karena kamar berasa panas saat kita tinggal karena kunci dicabut dari kotaknya? Tenang aja, jaringan listrik kamarnya SenS Hotel & Spa ternyata terpisah dari kunci kamar. Listrik tetap bisa menyala saat kita keluar kamar, kecuali memang kita matikan. Jadi kalau kamu perlu mengisi baterai gadget kamu dan pada saat yang bersamaan harus keluar kamar, gadget tetap bisa diisi baterainya, AC pun tetap menyala menyejukkan kamar.

 

A post shared by Dendalion (@zensutawijaya) on

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

Terima kasih ya SenS Hotel & Spa buat undangannya. Looking forward to visiting again :*

 

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

Berminat untuk melihat lebih lanjut? Monggo mampir ke situs SenS Hotel & Spa dan manjakan mata dengan foto-fotonya yang cantik 😉

Suzuki World Premier di Indonesia

Sebagai yang tinggal di kota yang di survey Waze adalah kota yang lalu lintasnya ter”padat” nomer 2 di dunia. saya ke mana-mana lebih memilih berkendara roda dua. Mudah selip sana-sini, macet jadi lebih gak berasa. Apalagi kalau motornya mantep, gak bikin punggung dan pinggang sakit dalam berkendara jauh, dan desainnya kece. Ya biar gimana juga penampilan kan penting yes? YES! #eh

2016-11-21_08-58-52

Nah semua hal yang saya sebutkan di atas disodorkan oleh PT. Suzuki Indomobil Sales (PT. SIS) di pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2016 beberapa hari lalu.

Suzuki Indomobil Sales (PT. SIS) memperkenalkan kepada dunia (DUNIA loh!) untuk pertama kalinya produk terbarunya, yaitu Suzuki GSX-R 150 dan GSX-S 150. Indonesia dipilih sebagai negara peluncurannya karena dianggap spesial oleh perusahaan. Di IMOS dipamerkan tampilan kedua motor yang gagah dengan teknologi ciamik yang dipastikan bisa kita miliki di awal 2017.

Suzuki-GSX-S150-(1)

“Secepatnya akan mulai kami kirim unitnya jika sudah resmi dijual. Paling tidak awal tahun depan sudah sampai ke konsumen,” kata Yohan Yahya, Director 2W Sales & Marketing PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Gak sabar!

Suzuki-GSX-R150-(9)

Suzuki GSX-R 150 yang memiliki tampilan racing, mengusung mesin 150cc DOHC berteknologi fuel injection yang sanggup menghasilkan performa tinggi. Bobotnya yang ringan menjadikan GSX-R sangat menyenangkan dikendarai. Perlengkapan terkini seperti LED Headlight, LCD Speedometer, dan Easy Start System telah digunakan. Selain itu, yang menjadi gebrakan dari Suzuki adalah penggunaan Key-less Ignition sebagai terobosan teknologi pertama dalam sejarah yang digunakan pada sepeda motor yang diproduksi di Indonesia.

DSC00382

Sementara itu Suzuki GSX-S 150 turut menemani kemunculan GSX-R 150 sebagai pilihan terbaik bagi konsumen yang lebih mengutamakan kenyamanan mengendarai motor berperforma tinggi. GSX-S 150  menggunakan mesin dan sasis yang sama dengan GSX-R 150 namun bergaya lebih sporty dan ergonomis, menjadi suatu keunggulan yang berbeda dan tidak dimiliki oleh motor lain di kelasnya. GSX-S 150 sangat cocok untuk pengunaan sehari-hari maupun hobi berkendara di akhir pekan. Jalan-jalan kita?

DSC00383

Menurut Kazumasa Watanabe, Group Manager ASEAN Marketing Group Motorcycle Operation SUZUKI MOTOR CORPORATION, “Suzuki GSX-R telah memiliki sejarah kesuksesan yang panjang selama 30 tahun, dan berdasarkan perkembangan tren modern, Suzuki membagi anggota GSX dalam 2 model kategori, GSX-R dan GSX-S. Huruf ‘R’ di GSX-R menandakan ‘Racing‘ dan huruf ‘S’ di GSX-S menandakan arti ‘Street Sport’. Pengendara dapat memilih R atau S sesuai dengan lifetyle mereka.”

Ooh jadi itu beda R dan Snya. Atuh buat saya dua-duanya sama-sama gagah dan keliatan bakal gahar di jalan jadi saya nyaris gak memperhatikan yang lainnya XD

Nah buat yang penasaran sama Suzuki GSX-R150 dan GSX-S 150, Suzuki menghadirkan pre-launch online indent system melalui microsite suzukigsxrs150.com. Suzuki menyediakan kesempatan lebih awal bagi publik Indonesia untuk segera menjadi pemilik Suzuki GSX-R150 dan GSX-S 150 lebih awal di Indonesia. Publik dapat memesan Suzuki GSX-R150 dan GSX-S 150 dengan cara yang sangat mudah, yaitu hanya mengakses microsite dan mengisi form pre-launch indent yang telah disediakan. Jangan lupa siapkan booking fee sebesar Rp 500.000 ke dealer yang nanti akan menghubungi kita.

Sudah siap memiliki dan jalan bareng duo gagah ini?

Ngopi seru di Nescafe World

Kemarin (8 November 2019) saya bertandang ke Mal Kelapa Gading 3, mengunjungi Nescafe World. Apa itu Nescafe World? Acara yang diadakan Nescafe untuk memperkenalkan produk-produknya ke masyarakat. Ada berbagai macam booth di sana.  It All Starts with A Nescafe, Learn About Nescafe, Discover Your Own Nescafe Taste, dan beberapa booth lain. It All Starts with A Nescafe memberi info sejarah Nescafe di dunia. Learn About Nescafe memberi info mengenai bahan dan proses pengolahan kopi Nescafe. Discover Your Own Nescafe Taste adalah yang paling unik buat saya, kita bisa mencampur berbagai kopi dan bahan tambahan dengan… menghirup baunya. Seru ya 😀

Nescafe World 9-13 Nov 2016, Mal Kelapa Gading 3.

Nescafe World 9-13 Nov 2016, Mal Kelapa Gading 3.

Di Nescafe World gak cuma lihat-lihat dan icip-icip kopi (dan teh, iya ada produk mesin pembuat kopi yang bisa bikin teh juga), bisa foto-foto seru, dan kalau kita upload fotonya ke Instagram memakai tagar #NescafeWorld, bisa langsung dicetak di sana. Gratis. Jangan lupa ambil passportnya ya, nanti di setiap booth minta cap “imigrasi”, kalau sudah terkumpul lengkap bisa ditukar doorprize yang langsung bisa kamu ikuti undiannya dan ambil hadiahnya saat itu juga. Ada juga aktivitas tato temporer dengan warna kopi berbagai motif. Atau mau foto ala raja ratu memakai kostum? Bisa bangeet.

IMG_-wrg73n

IMG_w4h3jl

 

Nescafe World 9-13 Nov 2016, Mal Kelapa Gading 3.

Nescafe World 9-13 Nov 2016, Mal Kelapa Gading 3.

Tahukah kamu bahwa saat di bulan, Neil Armstrong (astronaut yang pertama kali menjejakkan kaki di bulan) minumnya Nescafe? Nah saya baru tahu kemarin di Nescafe World, di booth It All Starts With A Nescafe.

Gimana sih awal mula adanya Nescafe? Nescafe ini sebenarnya singkatan dari Nestle dan Cafe. Awalnya pemerintah Brazil pada tahun 1930 bekerjasama dengan Nestle Company berusaha mengawetkan kelebihan produksi kopi mereka. Mereka bekerja sama mengembangkan kopi yang larut bersama air panas. Jadi tanpa ampas. 1937 mereka berhasil membuat produk yang kemudian diberi nama Nescafe. Yes, it all starts with a nescafe.

Nescafe World 9-13 Nov 2016, Mal Kelapa Gading 3.

Di booth It All Starts With A Nescafe kita bisa foto jadi astronot loh. Jangan lupa post di Instagram pakai tagar #nescafeworld langsung cuss dicetak di Nescafe World.

Nescafe World 9-13 Nov 2016, Mal Kelapa Gading 3.

Booth lain di Nescafe World adalah Learn About Nescafe. DI sini akan dijelaskan gimana sih Nescafe memproduksi kopi mereka. Sejak awal penanaman sampai jadi kopi yang siap dinikmati. Di Learn About Nescafe ini saya baru lihat penampakan kopi luwak yang masih dalam bentuk asli baru keluar dari pembuangan luwak dan kopi luwak mentah yang sudah dibersihkan. Nggak sih saya gak endus :)) Learn About Nescafe juga mendisplay biji-biji kopi yang mereka gunakan dan biji-biji kopi yang rusak supaya kita tahu kayak gimana sih biji yang tidak mereka gunakan. Di booth ini juga saya jadi tahu dan megang langsung biji kopi yang baru dipetik, yang sudah dikeringkan, dan yang sudah siap digiling untuk dijadikan kopi bubuk Nescafe.

Nescafe World 9-13 Nov 2016, Mal Kelapa Gading 3.

Nescafe World 9-13 Nov 2016, Mal Kelapa Gading 3.

Satu booth yang alatnya paling unik menurut saya itu Discover Your Own Nescafe Taste. Di booth ini diperkenalkan alat di mana untuk mendapatkan aroma tertentu dari berbagai campuran kopi, tidak perlu meminum semua kopi tersebut. Cukup dengan dibaui aromanya. Jadi di booth Discover Your Own Nescafe Taste ini ada mesin namanya Virtual Aroma Synthesizer™ (VAS).

20161108_131506

Mesin ini memiliki banyak cartridge untuk menampung berbagai jenis kopi dan berbagai campuran lain yang diinginkan. Tinggal atur berapa banyak kopi dan campurannya yang hendak dikombinasikan dalam satu rasa, tempelkan hidung di alatnya, lalu hirup harum kopinya. Saya penasaran ikut endus-endus kopi. Wanginyaaaaa. Trus saya dikasih tester beberapa jenis kopi yang diendus tadi. Enyak :9 Seru, cuma di Discover Your Own Nescafe Taste di Nescafe World!

 

Ada juga booth Green Blend yang menyediakan cermin aaa jaa iiib! Ajaib soalnya kalau kita bilang “Mirror mirror on the wal” ada suara keluar yang mengucapkan pujian yang bakal bikin kita tersipu :’)

IMG_67r5nm

Ada juga booth Nescafe Dolce Gusto, mesin kopi keluarannya Nescafe. Kamu punya mesin kopi di rumah yang mau ditukartambah sama Nescafe Dolce Gusto Genio salah satu tipe mesin kopi Nescafe ini? Nah bawa deh ke Nescafe World, tinggal tambah Rp 1.299.000 kamu bisa milikin mesin kopi cantik ini.

IMG_20161108_133419

Nescafe World ini berlangsung dari tanggal 8 November 2016 sampai 13 November 2016. Mampir ya! Banyak diskon produk di sana. Dari mulai kopi sampai mesin kopi Nescafe yang kece itu, serial Dolce Gusto. Jangan lupa icip-icip kopinya juga :*

Nescafe World 9-13 Nov 2016, Mal Kelapa Gading 3.