Semarang Menggelora di Semarang Night Carnival 2017

Saya suka banget sama festival. Keriaannya, kemegahannya, keramaiannya, kehebohannya. Seru. Apalagi kalau nontonnya sama teman-teman yang seru juga. Makanya langsung semangat saat dapat kabar bahwa awal bulan Mei 2017 kemarin saya dan belasan blogger lainnya diajak oleh Badan Promosi Pariwisata Kota Semarang (BP2KS) menyaksikan Semarang Night Carnival, dalam rangka perayaan ulang tahun kota Semarang yang ke 470. Wew sudah tua juga ya Semarang ini.

Semarang Night Carnival 2017 adalah SNC yang ke 6, yang pertamanya diadakan tahun 2011 dan langsung menyedot banyak pengunjung dari berbagai kota bahkan mancanegara. Sebagian kecil keriaannya bisa dilihat di sini:

Tahun ini Semarang Night Carnival mengusung tema “Paras Semarang 2017”. Dimulai dari titik nol kilometer Kota Semarang, melewati Lawang Sewu, dan berakhir di Balaikota Semarang. Sejak awal kemeriahannya sudah terasa. Dimulai dari berbagai lagu yang diputar sebagai teman menunggu mulainya karnaval (heeey bikin joget!), kemeriahan hiasan panggung utama, dan wajah-wajah antusias para penonton.

Semarang Night Carnival dibuka oleh Canka Lokananta marching band kebanggan Korps Taruna Akademi Militer Magelang. Testosterone galore! Saya yang tadinya mulai ngantuk karena nunggu acara yang rada ngaret mulainya, langsung byur seger dikasih pemandangan dedek-dedek gaagh ganteng main marching band. Apalagi yang pakai baju loreng bersayap dengan penutup kepala berbentuk kepala macan. Sebutannya adalah “Macan Lembah Tidar”. Mereka meliuk-liuk menabuh drum dengan kekuatan penuh nyaris tanpa terlihat lelah. Dan tau gak sih, konon penutup kepala tersebut ada yang berasal dari… kepala macan beneran yang diawetkan. Tapi yang kayak gini biasanya dipakai buat acara super khusus, misalnya tampil di Istana Negara. Selain itu penutup kepala yang dipakai adalah kepala macan artifisial. Tetep aja, macan. Gahar.

Semarang Night Carnival 2017

Salah satu Macan Lembah Tidar memanfaatkan jeda beberapa detik untuk beristirahat sejenak. Sini dek, teteh pijetin *hilang fokus*

para prajurit pun ikut serta memeriahkan acara. #semarangnightcarnival2017 #snc2017

A post shared by Rezky Tirta Aditya (@rezkyimage) on

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

Selain penampilan dedek-dedek gagah ini, Semarang Night Carnival 2017 (SNC 2017) juga dimeriahkan oleh penampilan si cantik burung blekok. Bukan, bukan burung beneran. Melainkan penampil memakai kostum yang mencerminkan burung blekok.

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

Semarang Night Carnival 2017

Megahnya kostum burung blekok

Semarang Night Carnival 2017

Kostumnya dikasih lampu jadi pas di tempat yang agak gelap, dia kinclong sekali <3

Semarang Night Carnival 2017

Cantik sekali ya :’)

Selain itu ada beberapa kostum lain yang tak kalah megah dan cantiknya.

Semarang Night Carnival 2017

Kostum kembang sepatu

Semarang Night Carnival 2017

Kostum kuliner. Liat ada potongan gambar ikan di situ. Itu ceritanya bandeng presto yang khas Semarang itu 😀

Semarang Night Carnival 2017

Semarang Night Carnival 2017

Semarang Night Carnival 2017

Semarang Night Carnival 2017

Btw, kostum-kostum ini beratnya bisa mencapai 15 kilogram, dan mereka kenakan seraya berjalan kaki sejauh kurang lebih 1,3 kilometer. Saya bawa beras 10 kilo dari minimarket dekat rumah yang jaraknya sepertiganya aja minta bantuan suami (emang saya pemalas aja sih).

Di Semarang Night Carnival 2017 ini semua penonton tumpah ruah campur aduk bersama-sama tanpa ada pembedaan (kecuali pembedaan tempat duduk VIP, rombongan kami di situ duduknya *penting banget Nit*) sama sekali. Mengingatkan saya akan Indonesia dan keberagamannya 🙂 Apa perlu diadakan festival meriah setiap bulan supaya kita punya kepentingan bersama dan tetap ingat bahwa “Saya Indonesia”, tanpa pembedaan berdasakan faktor apapun ya?

Rombongan blogger #famtripblogger2017 #SNC2017

Buat yang pengin liat lebih jelas kemeriahan Semarang Night Carnival 2017, bisa nonton di video di bawah ini:

Atau di blog rekan-rekan seperjalanan saya kemarin (saya copy paste caption dan linknya dari blognya Zia Ulhaq *salim* 😀

Daeng Ipul Terkadang Lupa Umur, Rere Kuch Hota Hai, Lenny Indonesia Banget, Tari Tak Suka Menari, Titi Parah1ta Yang Entah Mengapa Harus Pakai Angka Satu, Mbak Prima Malu-Malu Tapi Mau Ehm, Richo Tukang Ngancem, Gus Wahid Penikmat Tidur Kesiangan, Timothy Ketumbar Miri Jahe, Oline Yang Suka Kebaca Online, Dewi Yang Datang Sama Suaminya, Dimas Suyatno Yang Kok Dipanggil Yatno Dan Ternyata Suaminya Dewi, Wira Pengagum Si Rambut Panjang, Pungky Yang Bangga Berlabel Blogger Desa, Aryan Dramakingqueen, dan Koh Sinyo Penggelar Konser Ngorok.

Photo credit: dokumentasi pribadi, dan Koh Jhon (yang bagus-bagus).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *