Pesona Toraja: Lolai, negeri di atas awan.

Alarm ponsel pintar saya berbunyi jam 03.30 di Rantepao, Toraja Utara, menandakan waktunya bersiap-siap mengejar matahari terbit di Lolai, Kecamatan Kalapitu 20 kilometer dari Rantepao dengan ketinggian 1.300 meter dapl. Perjalanan dimulai jam 04.30 pagi dengan menggunakan mobil, langit masih gelap gulita dan udara Rantepao masih menusuk tulang karena hujan sejak kemarin sore.

Jarak 20 km ditempuh rombongan Pesona Indonesia selama kurang lebih setengah karena kontur jalannya yang kecil, berliku, gelap gulita, dan kadang bergelombang. Kalau dari Rantepao, masih lebih dekat ke Lolai kebanding ke  Batutumonga yang konon pemandangannya serupa. Saya sendiri memutuskan untuk tidur sepanjang jalan karena ya males juga yes liat keluar cuma ada gelap dan sesekali bayangan pepohonan dan tebing, juga pekuburan.

Tiba di Puncak Lolai sekitar jam 5 pagi, langit masih berwarna biru gelap. Udara dingin menusuk dengan langit bertabur bintang. Saya jarang sekali lihat bintang sebanyak itu dan sayangnya tidak terlalu tertangkap oleh kamera saya. Untungnya kami datang di hari kerja, bukan hari libur, pengunjung tidak terlalu banyak. Selain 7 orang rombongan kami, sisanya mungkin hanya ada 30an orang. Termasuk sangat sepi mengingat tempat ini termasuk tempat yang lagi beken di kalangan pelancong dan instagramer.

2017-04-19_06-54-03

Sekitar jam 05.30 ufuk timur mulai menyemburatkan cahaya keemasan, awan di puncak Lolai mulai makin rapat berkumpul di lembah. Saya dan kawan-kawan yang sedang menggigil kedinginan sambil menyerupt kopi atau mie rebus kembali fokus menatap matahari yang mulai menyembul.

Lolai, Toraja Utara.

Lolai, Toraja Utara.

Untuk menikmati matahari terbit di negeri di atas awan ini, tidak melulu perlu berangkat pagi buta seperti saya, karena keluarga tongkonan (rumah adat Toraja) Lempe yang merupakan pemilik daerah tersebut secara adat, sudah menyiapkan beberapa tenda yang bisa disewa seharga Rp 150.000 per tenda untuk 24 jam. Tenda sudah dilengkapi kasur, bantal, dan selimut.

Lolai, Toraja Utara.

Lolai, Toraja Utara.

Ternyata hari kunjungan kami adalah hari terakhir Puncak Lolai dibuka untuk umum. Mulai keesokan harinya selama beberapa bulan ke depan, akan ditutup karena perbaikan sarana dan prasarana. Beruntung banget kami datang pagi itu!

Lolai, Toraja Utara.

Saat mengobrol dengan salah satu pedagang di sana, saya baru tahu bahwa sebenarnya Puncak Lolai bukanlah tanah milik umum, melainkan milik sebuah keluarga besar. Di Toraja kepemilikan tanah memang berdasarkan kekeluargaan. Jadi selama setahun belakangan ini mereka mebuka tempat tersebut untuk dinikmati umum. Untuk masuk ke sana hanya perlu membayar retribusi sebesar Rp 10.000 per orang.

Lolai, Toraja Utara.

Di perjalanan kembali penginapan barulah saya bisa melihat dengan jelas seperti apa trek yang kami tempuh subuh tadi. Seru juga ya 😀

2017-04-19_08-38-26

Jangan lupa mampr ke Lolai (setelah perbaikan selesai) ya. Kalau kamu beruntung (karena katanya ada masa-masa tak ada awan sama sekali di sana) kamu bisa bertemu pemandangan seperti di foto-foto saya ini. Kalau belum beruntung, berarti ada alasan tambahan untuk kembali ke Lolai 😉

Lolai, Toraja Utara.

UNTUK berkunjung ke Kampung Lolai yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Rantepao, ibu kota Toraja Utara, pengunjung maupun wisatawan bisa mengaksesnya menggunakan kendaraan umum seperti pete-pete alias angkot maupun ojek.

Tarif angkot dari Rantepao ke Kampung Lolai sekitar Rp 20 ribu sekali antar sehingga kalau PP (pergi-pulang) sekitar Rp 40 ribu.
Sementara jika menggunakan jasa ojek, sekali antar sekitar Rp 30-40 ribu. Bisa pula menyewa mobil rental tapi tarifnya lebih mahal yaitu Rp 350 per hari.(*)

Lolai, Kampung di Atas Awan
-20 kilometer dari Rantepao, Toraja Utara
-tarif ojek Rp 30-Rp 40 ribu
-tarif angkot Rp 20 ribu
-rental mobil Rp 350 ribu per hari
-fasilitas: rumah tongkonan milik warga yang bisa disewa untuk menginap

(Via Makassar Tribun News)

2017-04-19_08-35-32

Perjalanan ini adalah undangan dari Kementerian Pariwisata Indonesia. Sila mampir ke Twitter dan Instagram dengan hashtag #PesonaToraja #PesonaIndonesia untuk melihat oleh-oleh dari para blogger yang diundang, atau di blog kawan-kawan seperjalanan saya: Reh Atemalem dan Terry Endropoetro.

0 Replies to “Pesona Toraja: Lolai, negeri di atas awan.”

  1. Mba, ada notelp dilolai yang bisa dihubungi? rencana besok Kamis 11 Mei 2017 saya dan rombongan mau kesana. apakah masih tutup untuk umum Negeri di Atas Awannya??
    mohon reply ASAP ya Mba… terima kasih 🙂

    1. Setahu aku sih 2 bulan tutupnya, Mbak. Atau coba kontak guide aku waktu itu, Pak Naja 081342544953. Bilang aja tau dari Nita rombongan kementrian pariwisata.

Leave a Reply to Olive B Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *