Pesona Garut: Pantai Santolo

Berikutnya dalam rangkaian Pesona Garut, adalah kunjungan ke pantai. Pantai yang kami kunjungi bernama Pantai Santolo. Lokasinya sekitar 90 kilometer dari Kota Garut dengan trek jalan yang aduhay meliuknya. Aspal sih. Mulus sih. Tapi dahsyat kelok-keloknya : )) Pastikan sebelum berangkat dari Garut kamu tidak makan terlalu banyak, tidak duduk di kursi paling belakang kendaraan, dan menatap ke depan, kalau mudah mabuk darat. Karena kalau semua itu dilanggar, dijamin kamu bisa mengucapkan selamat tinggal ke makanan yang kamu makan sebelum berangkat XD

Ada beberapa rute jalan yang dapat dipergunakan untuk tiba di Pantai Santolo ini. Jalur pertama melalui terminal Garut dilanjutkan ke Santolo. Jalur Lainnya adalah melewati Cianjur – Cidaun – Rancabuaya – Santolo. Jalur terdekat untuk wisatawan dari Bandung ialah melewati Ranca Bali – Naringgul – Cidaun – Rancabuaya – Santolo. Wisatawan dari Bandung juga bisa melalui jalur alternatif yaitu melalui Pangalengan.

Kunjungan kami ke Pantai Santolo sayangnya terlalu siang sehingga kami tiba di sana menjelang matahari terbenam. Sudah sepi sekali dan ombak sudah tinggi.

Sebutan lain Pantai Santolo adalah Pantai Cilauteureun. Cilauteureun bisa diartikan sebagai “air laut yang berhenti”, karena air laut di muara Cilauteureun polanya terbalik. Bukannya mengalir ke laut, malah balik kembali ke muara. Hal ini disebabkan karena permukaan laut lebih tinggi dari permukaan sungai. Konon fenomena ini hanya ada dua di dunia, Pantai Santolo Indonesia dan Perancis.

Di Pantai Santolo ini ada terdapat area yang diisi oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), yang digunakan untuk peluncuran roket. Begitu masuk area pantai, ada sebuah monumen berbentuk roket, tepat di gerbang masuk LAPAN/

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

Pantai Santolo Garut

Mbak Wiwik lari dikejar ombak 😀

Perjalanan ini adalah undangan dari Kementerian Pariwisata Indonesia. Sila mampir ke Twitter dan Instagram dengan hashtag #PesonaGarut #PesonaIndonesia untuk melihat oleh-oleh dari para blogger yang diundang.

Pesona Garut: Wisata Darajat

Selesai menikmati Gebyar Budaya Garut 2017, Kawasan Darajat sudah menanti di agenda untuk dikunjungi. Wisata yang terkenal di sini adalah Darajat Pass Waterpark dan Kawah Darajat.

  • Darajat Pass

Lokasinya sekitar 23 km dari kota Garut dengan ketinggian 1700 mdpl. Udaranya sejuk banget, dan saat kami ke sana tidak terlalu ramai. Mungkin karena hari kerja dan pagi hari ya. Isinya Darajat Pass? Macam-macam, kebanyakan berupa kolam-kolam pemandian air panas dan wahana khas waterpark sebagai penambah keriaan. Ada juga flying fox, trampolin, ATV road, dan berkeliling menaiki kuda. Selain itu ada juga beberapa kamar dan bungalow yang bisa disewa untuk menginap bersama keluarga maupun teman-teman.

Berbagai perusahaan biasanya memilih lokasi ini sebagai tujuan outing karena sangat cocok untuk dewasa dan anak-anak, rombongan anak TK, SD, pelajar SMP, SMA dan mahasiswa sampai dengan rombongan keluarga dari berbagai usia bisa menikmati kegembiraan bersama di Darajat Pass.

Kawasan Darajat Garut

ADA YANG JUAL CIMOL! *mudah bahagia*

Sumber: Adam dan Susan dari pergidulu.com

  • Kawah Darajat

Kawah Darajat merupakan lokasi pegunungan di Desa Padawaas, Kecamatan Pasirwangi, Garut. Ketinggian Kawah Darajat ini sekitar 1.920 meter di atas permukaan laut, dengan konfigurasi umum lahan yang berbukit dan berlembah dengan tingkat kemiringan lahan yang agak curam dan stabilitas tanah yang cukup baik serta daya serap tanah yang cukup.

Tempat ditemukannya sumber panas bumi  ini saat ini dijadikan Pwmbangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Kawah Darajat terletak berdekatan dengan Kawah Kamojang di perbatasan Garut dan kabupaten Bandung.

Saat ini PLTP Darajat dikelola oleh Amoseas Indonesia Inc, anak perusahaan Chevron Texaco yang merupakan pionir dalam proyek pengelolaan panas bumi. Dalam mengelola PLTP Darajat, Amoseas bermitra dengan PT Pertamina dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui anak perusahaannya, Indonesia Power. Energi listrik yang dihasilkan oleh ketiga sumur itu cukup besar dan memenuhi pasokan listrik untuk wilayah Jawa dan Bali.

Dalam perkembangannya, kawah darajat menjadi komoditas wisata yang cukup menjanjikan. banyak lokasi lokasi wisata seperti, waterpark air panas, hotel, outbond yang jika saat liburan tiba kawasan ini sangat penuh, hingga menyebabkan kemacetan yang cukup panjang.

(sumber Wikipedia)

Kunjungan kami ke Kawah Darajat yang juga dilakukan di hari kerja dan relatif pagi hari membuat kami merasa memiliki Kawah karena…. gak ada pengunjung lain lagi 😀 Baru terlihat pengunjung lain berdatangan setelah kami bergerak pulang, sekitar jam 1 siang. Walaupun matahari terang benderang, semilir angin membuat kawasan kawah terasa sejuk, kecuali kalau dekat-dekat sumber air panas yah. Ya iyalah 😀

Kawasan Darajat Garut

Salah satu tim pesona Indonesia, Leonita, sedang berpose di depan kawah

Kawasan Darajat Garut

Mbak Wiwik pose juga

Kawasan Darajat Garut

Saya gak mau kalah 😀

Kawasan Darajat Garut

Menuju kawah

Perjalanan ini adalah undangan dari Kementerian Pariwisata Indonesia. Sila mampir ke Twitter dan Instagram dengan hashtag #PesonaGarut #PesonaIndonesia untuk melihat oleh-oleh dari para blogger yang diundang.

Pesona Garut: Gebyar Budaya Garut 2017

Salah satu kabupaten di Jawa Barat, Kabupaten Garut menggelar peringatan hari jadi ke-204 dengan tema “Mapag Abad Kadigjayaan”. Rangkaian acaranya digelar sejak 11 Februari hingga 26 Februari 2017. Acara Pembukaan Gebyar Budaya Garut 2017 digelar pada 22 Februari 2017 dengan menyuguhkan hiburan kesenian tradisional, islami dan kesenian modern. Panitia juga telah mengundang utusan kedutaan besar dari 4 benua (Amerika, Asia, Eropa, dan Australia).

Saya dan beberapa kawan dari tim Pesona Indonesia Kementrian Pariwisata berkesempatan menyaksikan pembukaan Gebyar Budaya Garut tersebut. Tiba di kota Garut pukul 9 pagi, kami langsung meluncur ke Alun-alun Garut yang sudah diramaikan oleh para peserta Gebyar Budaya Garut 2017. Ternyata tidak hanya budaya dari Kabupaten Garut yang diusung di sana, saya melihat beberapa peserta berasal dari luar Pulau Jawa di antaranya Kalimantan. Acara ini melibatkan seniman dan seniwati dari 22 daerah di Kabupaten Garut, 5 kabupaten dan kota di Jabar serta 5 provinsi lain di Indonesia.

Selain itu ada juga talenta-talenta muda dari berbagai jenjang pendidikan yang dengan penuh semangat mempersembahkan “Tarian Garut Mapag Abad Kadigjayaan”. Mereka ternyata bukan penari profesional namun tetap tampil dengan mengagumkan. Ini lah bagian dari sebuah festival yang saya sangat sukai, tarian. Tarian kolosal “Mapag Abad Kadigjayaan” ini dibawakan oleh 150 orang penari. Acara disambung dengan helaran budaya yang diikuti 22 komunitas kesenian di Kab. Garut, kelompok seni dari 5 kabupaten di Jawa Barat, 5 Provinsi, dan seni budaya dari empat benua.

Gebyar Budaya Garut 2017 ini dipusatkan di sepanjang Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Garut. “Peristiwa hari ini tentunya diharapkan mampu mengangkat citra Kabupaten Garut di sektor pariwisata, juga mampu meningkatkan nasionalisme dan pluralisme, yang saat ini kondisinya kurang begitu baik,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara Esthy Reko Astuti, dalam sambutannya mewakili Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Bapak Bupati Garut Rudi Gunawan mengatakan Gebyar Budaya Garut 2017 yang bertajuk “Mapag Abad Kadigjayaan” menunjukkan bahwa potensi seni budaya Kabupaten Garut tidak kalah dengan daerah lainnya. “Besar harapan saya Hari Jadi Garut ke-204 menjadi sarana membangun semangat kebersamaan warga Kabupaten Garut untuk melaksanakan berbagai program pembangunan daerah secara berkelanjutan,” ujar Pak Rudi.

Gebyar Budaya Garut ini dibuka oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara, Kementrian Pariwisata RI, Esthy Reko Astuti, serta dihadiri oleh seluruh unsur Muspida dan perwakilan Duta Besar dari berbagai negara. Ramai yah 😀

Di bawah ini adalah berbagai foto yang saya ambil sambil menikmati suguhan Gebyar Budaya Garut 2017, juga yang saya dapat dari berbagai akun Instagram.

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

 

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

Gebyar Budaya Garut 2017

Saya dan peserta dari Kalimantan

Gebyar Budaya Garut 2017

Bocah cilik sang penari ular. Saya minggat waktu ularnya disodorkan ke saya. YA IYALAH T__T

Gebyar Budaya Garut 2017

Neneng cantik salah satu penari “Tarian Garut Mapag Abad Kadigjayaan”

Gebyar Budaya Garut 2017

Pembukaan Gebyar Budaya Garut 2017

Gebyar Budaya Garut 2017

Mbak Wiwik, salah satu tim Pesona Indonesia, berfoto dengan ceria bersama peserta pawai dari Kota Purwakarta. Mereka memakai kostum…. keramik Plered : )))) Jadi mereka melumuri tubuh mereka dengan tanah liat sebagai perlambang keramik. Tiap tanah liatnya mengering, mereka basahi lagi dengan air.

Gebyar Budaya Garut 2017

Antusiasme warga kota Garut dan sekitarnya menyaksikan Gebyar Budaya Garut 2017

Gebyar Budaya Garut 2017

Para jagoan cilik :’)

Gebyar Budaya Garut 2017

Salah satu peserta lagi ngadem dulu. Matahari kota Garut lagi sehat-sehatnya hari itu memang.

Perjalanan ini adalah undangan dari Kementerian Pariwisata Indonesia. Sila mampir ke Twitter dan Instagram dengan hashtag #PesonaSingkawang #PesonaGarut #PesonaIndonesia untuk melihat oleh-oleh dari para blogger yang diundang.

Kegiatan asik yang bisa dilakukan di Trizara Resorts

Menyambung tulisan saya di sini, sekarang saya mau ceritain, bisa ngapain aja sih di Trizara Resorts? Di bawah ini adalah beberapa kegiatan favorit saya di antara banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan di Trizara Resorts.

  • Menikmati matahari terbit. Jam 5.15 pagi saya sudah nangkring di teras tenda saya di Trizara Resorts sambil tiup-tiup kopi panas yang dibikin pakai pemanas air di tenda. Siap-siap nunggu matahari terbit. Cuaca pagi bandung yang lagi berawan terus, ternyata tetep bikin pemandangan matahari terbitnya tetep kece.

 

 

 

 

  • Foto-foto cantik dan ganteng. Banyaaaaaaaaaak banget sudut kece buat kamu foto-foto buat Instagram kamu di Trizara Resorts. Saking banyaknya suka bingung sendiri milih mau foto di mana.

 

 

A photo posted by Travel Blogger (@ceritaeka) on

 

 

 

 

 

  • Piknik. Trizara Resorts punya area khusus buat piknik dengan lengkap dengan camilan dan pernak-pernik pikniknya. Lucu-lucuu.

A photo posted by Ratri Adityarani (@ratrichibi) on

 

 

A photo posted by Atrasina Adlina (@adlienerz) on

 

 

 

  • Offroad naik Landrover. Terus terang di antara semua kegiatan yang disediakan Trizara Resorts, inilah yang paling saya tunggu-tunggu. Soalnya seru kayaknya naik Landrover melalui jalanan becek berlumpur naik turun. Dan ternyata bener, SERU ABIS! Teriak-teriak karena Landrover miring banget sampe kayaknya bentar lagi ngeguling. Beberapa teman nekat naik di depan mobil selama perjalanan dan jeritan mereka kedengeran sampa beberapa kendaraan di depan maupun di belakang kendaraan mereka 😀

 

 

A photo posted by Atrasina Adlina (@adlienerz) on

 

 

A photo posted by nda• #travelmulu (@jengnanda) on

 

  • Archery dan Paintball. Kalau kamu datang ramean sama teman/keluarga/kantor, dua aktivitas ini bisa jadi pilihan. Saya semangat bener ikut Archery secara belum pernah main panah-panahan 😀 Abis belajar manah sendiri-sendiri, dilanjut dengan tanding antar dua team, rebutan dulu-duluan ngebolongin benteng lawan m/ Grup saya, kalah apa menang ya. Lupa :)) Ingetnya cuma seru teriak-teriak panah-panahan.

A photo posted by (dado) (@dzh_hrp) on

 

 

 

A photo posted by Ratri Adityarani (@ratrichibi) on

 

 

  • Api unggun. Berkemah walaupun glamor juga tetep harus banget ada api unggun. Salah satu acara yang dinantikan tiap kemping nih. Trizara Resorts punya spot khusus api unggun. Gak usah kuatirin kayu bakar dan cara nyalainnya. Semua dibantu oleh staff Trizara Resorts yang ramah dan sigapnya luar biasa keren.

A photo posted by Taufan Gio (@disgiovery) on

 

 

 

 

Or we can just sit back and enjoy what nature (or in this case, Trizara Resorts has to offer. Pemandangan di Trizara Resorts sungguh sungguh cantik dan menyejukkan. Bagi saya yang orang kota yang terbiasa melihat gedung, pemandangan macam ini sangat menenangkan dan membahagiakan. Cocok banget buat berdialog dengan diri sendiri, atau ngobrol dari hati ke hati bersama orang-orang terdekat 🙂

A photo posted by Travel Blogger (@ceritaeka) on

 

A photo posted by Taufan Gio (@disgiovery) on

 

 

 

 

 

Terima kasih banyak, Trizara Resorts yang sudah menerima kami dengan keramahan maksimal dan fasilitas yang cihuy. Semoga ada jodoh kita berjumpa lagi ya!

Glamping di Trizara Resorts – Lembang

Apa yang ada di benakmu ketika mendengar istilah “Camping”? Kalau “Glamourous camping”? Kalau “Trizara Resorts?

Di benak saya, nanti pipisnya di mana? Heuheuheu. Pandangan saya soal berkemah ya gitu. Bobok di tenda di tengah alam, gak mandi, pipis di semak, makan masak di api unggun. Ala pramuka gitu (pramuka banget acuannya).

Ternyata gak semua camping kayak gitu, sodara-sodara. Ada yang namanya glamour camping. Berkemah glamor. Berkemah mewah. Apapula itu, pikir saya. Pertanyaan-pertanyaan saya terjawab setelah memasuki tenda saya di Trizara Resorts.

Perjalanan Jakarta-Lembang selama 6 jam karena pengalihan jalur untuk bus dan kendaraan besar akibat kerusakan jembatan Cisomang sempat bikin saya mikir, awas aja nih kalau campingnya di Trizara Resorts gitu-gitu doang. Gak sepadan ama perjalanannya.

Ternyataa.. begitu memasuki lokasi Trizara Resorts saya sudah mulai terhibur dengan udara dan anginnya yang sejuk. Lembang yang lagi agak mendung ditambah angin sepoi-sepoi berbau hujan, bikin pengen buru-buru rebahan di kasur sambil selimutan dan minum kopi.

 

But not so fast, karena kedatangan saya ke Trizara Resorts yang merupakan undangan dari rekan-rekan di Kanca Digital ini ternyata melibatkan puluhan blogger lainnya. Maka marilah kita berhahahihi kenalan sana sini dulu, sambil menikmati makan siang yang pindah ke sore saking macetnya perjalanan. Untung makanannya enak loh. Dan banyak. Dan sambalnya pedas. Ini penting! Trizara Resorts paham banget apa yang terjadi di perut kami setelah perjalanan panjang. Makanan enak dan hangat, restoran yang luas dan cantik, pemilik yang dengan ramah (dan ganteng ehehe) menyambut langsung kedatangan kami. Komplit.

DSC04529-01

Mr. Kunal salah satu pemilik Trizara Resorts. Ganteng. Ehe.

 

Baru di sana saya tahu ternyata yang datang ke Trizara Resorts gak cuma dari Jakarta dan Bandung saja. Ada yang dari Medan, Semarang, Filipina, dan Australia. Wow ramai! Dan sebagian besar merupakan blogger dan pejalan senior #sembah.

DSC04577-01

Makan siang yang tertunda

DSC04541-02

Kopinya Trizara Resorts enak :9

Selesai makan malam dan ice breaking ngobrol-ngobrol, saya dan rekan sekamar yang baru kenal saat sebelum naik bus dari Jakarta menuju Trizara Resorts (tapi dalam dua hari ke depan ngobrolnya udah dalem banget), Lutfi, mengambil kunci dan bergerak ke tenda kami. Sempet ditakut-takutin sama teman-teman yang sudah datang lebih dulu bahwa tenda kami letaknya jauh di lembah. Dheg. Tapi ya sudah lah, yang penting masuk tenda aja dulu rebahan.

Baru bersiap menuju ke tenda, eh hujan lumayan deras. Waduh gimana ini secara dari lobby ke tenda melalui ruang terbuka. Ternyataaaa… Trizara Resorts menyediakan mobil khusus buat mengantar tamu ke tenda masing-masing. Yak sip, gak perlu jalan ujan-ujanan!

DSC04526-01

Sesampainya di tenda saya langsung takjub dan girang. Takjub karena tendanya nyaman banget dan luaaass. Pemandangan tenda saya di kelas Zana agak kehalangan pohon tapi saya masih tetep bisa lihat kerlip lampu kota. Dan girang karena, kamar mandinya ada di dalam tenda 😀 Gak usah kuatir kudu jalan jauh kalau kebelet pipis tengah malam.

 

 

Tenda dilengkapi dengan alat pemanas air, kopi teh gula krimer, dua botol air mineral, dan sandal. Berasa di hotel. Gak usah bawa-bawa peralatan mandi standar macam handuk, sabun, sikat dan pasta gigi. Udah ada semua di Trizara Resorts. Bersih dan wangi pula.

Di tenda saya ada satu colokan dekat sisi tempat tidur. Sempet agak kecewa kenapa colokannya cuma satu, untung saya bawa colokan tambahan jadi saya dan Lutfi bisa saling nyolok dengan adil. Apa sih.

DSC04546-01

 

Berikut ini kamar-kamar yang saya dan kawan-kawan saya nikmati selama di Trizara Resorts:

 

 

 

 

Liat peti hitam di foto kedua? Ingat kekecewaan saya soal colokan? Nah ternyata kejutannya di situ. Peti tersebut ternyata berfungsi sebagai safety box. Kita bisa nyimpen gadget dan barang berharga lainnya di sana, tinggal digembok aja (dan jangan lupa gembok juga pintu tenda sebelum ke mana-mana ya). Pas buka peti buat nyimpen-nyimpen, saya nemu beberapa lubang “mencurigakan”. Pas saya buka, ternyata kecurigaan saya benar. COLOKAN! Dan banyak! Asik bener bisa ninggalin gadget sambil dicharge sementara saya keliling-keliling liat-liat keseluruhan Trizara Resorts :*

Trizara Resorts ini punya 4 jenis kamar:

  1. Netra (kata Koh Sinyo, kawan saya yang juga ikut menginap bersama, Netra 12 adalah yang pemandangannya terbaik dan banyak dipesan orang loh). Kapasitas 2 orang. Ukurannya 36 meter persegi.
  2. Zana. Kapasitas 2 orang juga. Konon cocok buat yang honeymoon karena letaknya paling bawah dan jarak antar tenda gak terlalu dekat, jadi gak banyak dilewati orang lain. Ukurannya 33,75 meter persegi.
  3. Nasika. Kapasitas 4 orang, cocok buat keluarga kecil atau bareng teman-teman dekat. Desainnya condong ke “classic”. Ukurannya 38,5 meter persegi.
  4. Svada. Kapasitas 4 orang juga, sama dengan Nasika. Bedanya di desain. Svada condong ke “rustic” design. Ukurannya sama dengan Nasika.

Di Trizara Resorts ternyata gak cuma bisa glamping aja. Ada beberapa kegiatan seru (BANGET) yang bisa kita ikuti di sana. Apa aja? Di postingan berikutnya aja ya :*

Yang pasti saya seneng banget bisa staycation di sini. Semua staffnya ramah (para staff Trizara Resorts adalah mereka yang tinggal di sekitar situ. Trizara Resorts juga menerima siswa siswi sekolah pariwisata yang mau praktek di sana), pelayanannya cepat tanggap, tempat tidurnya nyaman, tendanya anti bocor (2 malam kami di sana diterpa hujan lumayan deras, gak ada rembesan air hujan sama sekali di tenda!), pemandangan ciamik. Bener-bener pas buat yang mau romantis berdua pasangan, atau mau ngumpul gosip cantik bersama sahabat.

Kalau kamu mau glamping asik di Trizara Resorts juga, coba kontak ke:

Trizara Resorts

Jl. Pasirwangi Wetan,

Lembang, Indonesia

Nomor Telp:

+62 22 8278 0085

+62858 7169 8923

Atau colek mereka di: Trizara Resorts – Lembang

Mau ngintip sedikit penampakan Trizara Resorts? Coba cek Instagram mereka di sini, atau bisa juga lewat video ini:

Udah siap glamping di Trizara Resorts? 😉