Mulai bingung

unnamed

Baru hari ke 9 JuliNgeblog dan memasuki fase “Nulis apa lagi yak?” JuliNgeblog ini emang maksa saya buat mikir, bangun dari kasur, dan cari ide tulisan. Entah dengan mengingat-ingat hutang tulisan yang belum lunas. Entah dengan pergi ke tempat-tempat yang belum saya datangi. Entah dengan melihat hal-hal yang sering saya lihat dari sudut pandang baru.

Yang pasti sekarang saya lagi bingung mau nulis apa ya apa ya apa ya.

Pelarian

Running

Salah satu kegiatan yang mulai rutin saya lakukan sejak Januari 2016 adalah pelarian (dari lemak). Iya, saya lagi menurunkan berat badan saya dari angka pertengahan 80an ke pertengahan 50an. Banyak amat, Nit. Ya namanya juga cita-cita yah. Kalau belum rejeki masuk 50an, 60an juga alhamdulillah banget kan.

Pelarian ini dilakukan dengan jogging. Ada yang bilang jogging itu lari, ada yang amit-amit kalo sampe dibilang jogging karena maunya dibilang lari. Saya sih maunya dibilang langsing (ADA AMIN?).

Joggingnya gak banyak. 3-5 km sekali ngacir, seminggu 4-5 kali. Alon alon asal kelakon. Dulu mah boro-boro jogging segitu. Jarak 200 meter aja kalo ada angkot saya mendingan ngangkot. Nita lelah kak.

Tapi berkat akhir Desember saya ikut programnya GoLangsing, saya tiba-tiba jadi semangat buat olahraga. Demi Nita yang 5 tahun lagi jadi foto model.

Gak ding. Demi Nita yang lebih sehat dan langsing. Asik.

Dari lari-lari manja sekilo dua kilo (10 meter lari, 900 meter jalan), sampai jogging manja 3-5 kilo di mana 1-2 km pertama akhirnya saya bisa jogging nonstop untuk kemudian BODO AMAT GUE MAU JALAN! setiap 2 menit, sampai hari ke 2 lebaran saya menembus batas saya dengan jogging/walking 14.37 km demi 1437 H. Bangga? Iya dong 😀

Dari lari ini juga saya ketemu orang-orang hebat yang selalu bikin saya terpacu untuk jadi lebih baik. Ketemu Sara sang makeup artis cantik yang sejak saya kenal selalu bikin saya kagum lihat perkembangan pelariannya. Ketemu komunitas Bogor Runners yang walaupun saya baru sekali ngikutin hore-hore mereka gara-gara saya cari temen ke KomandoRun tapi tetap ramah luar biasa dan GAK PERNAH menyerah ngajak saya lari bareng. Ketemu teman-teman lama di dunia baru dan kemudian tanpa mereka sadari mereka diam-diam sudah jadi mentor saya.

Sangat. Menyenangkan 🙂

Sepanjang tahun 2016 ini the old ambitious me pun mendapat camilan baru. Race. Lomba lari. Ya bukannya ngincer jadi juara sih, not THAT ambitious apparently. Tapi saya ngerasa saya harus menetapkan target. Kalo gak, saya bosan. Hobi saya itu ganti hobi setiap 3 bulan. Kalau yang ini gak dikasih target, ciloko XD

Akhirnya datang target itu melalui lomba lari. 3 bulan lari manja, saya nekat ikut fun race 5K. Walaupun ngaret sejam dan bikin saya ngamuk-ngamuk di Twitter, pada akhirnya I had fun 😀 Finish strong kalo istilah cah mlayu.

PacaRUN Bogor 2016
My 1st run race was a fun race. And it was quite fun despite it was delayed for more than an hour.

Pulang dari situ saya makan soto mie dan tidur sampe sore. Lelah kak!

Fun race kedua saya ikuti di Bandung. Iya, sampe ke Bandung. Pertama karena deket, kedua karena yang ngadain teman-teman saya. Ketiga, karena pengen aja :)) Saya ikut yang 5K juga. AND I HAD FUN EVEN MORE!

Saya kok ya gak nemu foto finish saya pake medali di PacaRUN Bandung 2016 ini. Tapi ya gitulah, yang sebelah kanan ya.
Saya kok ya gak nemu foto finish saya pake medali di PacaRUN Bandung 2016 ini. Tapi ya gitulah, yang sebelah kanan ya.

Foto di atas sekaligus perbandingan saya yang dulu dan saya yang 3,5 bulan lalu. Lumayan ya menipisnya heuheuheu.

Pelarian saya yang ketiga, makin ambisius. Sentul Half Marathon. Yang ngakunya sih salah satu medan terberat. Aslinya? BENERAN BERAT T__T Saya ambil kategori paling rendah yaitu 10K dengan tingkat elevasi 115 meter. Yang artinya ada rute nanjak bukit. 4 bulan lari manja lalu ngikut lomba lari nanjak bukit. Luar biasa, Nit. Luar biasa nekat.

Sentul Half Marathon 2016
Foto norak saya di dekat gerbang Start/Finish setelah ngambil finisher medal. My 1st 10K!

Bener-bener rutenya bikin saya ngedoain yang bikin rute supaya sehat panjang umur :)) Padahal itu belum seberapa. Yang Half Marathon (21K) katanya elevasinya 2x lipat. Makasih banyak.

Race ke empat saya sejauh ini merupakan race paling berkesan sependek saya ikut lomba lari. Karena ketemu teman-teman Bogor Runners dan karena ini race pertama di Indonesia yang bernuansa militer karena dalam rangka ulang tahun Kopassus ke 64. Medalinya keren bro!

Difotoin Sara. Medalinya gak keliatan, tapi keren deh.
Difotoin Sara. Medalinya gak keliatan, tapi keren deh.
Bersama teman-teman baru, Bogor Runners.
Bersama teman-teman baru, Bogor Runners.

Berikutnya apa, Nit?

Berikutnya ada Maybank Bali Marathon 2016 untuk kategori Half Marathon 21K. Dan Jakarta Marathon 2016 untuk kategori Full Marathon 42K. Both will be my first.

Will I be able to pull them through too? I don’t know. But I will try. The competitive ambitious bitch in me will do at least that little and no less.

Yuk, lari!

PS: Suami juga sekarang mulai lari-lari asoy. Seneng deh :*

LibuRUN LebaRUN biar gak LEBARan

LibuRUN LebaRUN

Gara-gara di grup Bogor Runners lagi rame 14.37 km buat 1437 H, saya sebagai pengikut arus tentu saja kesulut. Terus ikutan. Ini adalah lari terjauh saya sependek sejarah pelarian sejak Januari 2016.

Rasanya?

KM 5, dilanjut jalan 500 m sambil minum pelan-pelan. Itu kaki udah mulai ngambek.

KM 7, ya Tuhan ini baru setengah jalan. Masih 7 km lagi. Kaki udah mogok komunikasi.

KM 10, dilanjut jalan 500 m sambil minum pelan-pelan dan ngunyah coklat. Lumayan ada SEDIKIT tambahan tenaga.

Mulai KM 11 kaki udah otomatis aja geraknya. Atau lebih tepatnya DISERET. Jalannya udah tiap 500 m.

KM 13 tau-tau kaki mau lari lagi. Kayaknya dia tau sebentar lagi siksaan ini berakhir.

KM 14. 370 meter lagi! Kamu bisa! Iya!

Tau-tau 14.37 km selesai. YESSSSS!

Tangan gemeter megang gelas minum :))) Pendinginan 10 menit lalu bikin protein shake dan minum pelan-pelan.

Tapi ya, despite all my complaints about running, I actually enjoy it kok. It’s fun! Dan lumayan 900an kalori bisa membakar opor ayam tadi pagi 😀

Selamat Idulfitri 1437 H. Mohon maaf lahir dan batin 🙂

Wah udah Lebaran!

Saya dan keluarga mengucapkan mohon maaf atas semua salah kata dan laku.

Selamat hari raya Idulfitri dan selamat liburan!

BajuLebaran

What goes around comes around

200w

Saya percaya bahwa setiap hal yang kita lakukan pada orang lain suatu hari akan kembali ke kita dalam bentuk yang mungkin sedikit berbeda tapi efeknya sama. Apa yang orang itu rasakan akibat perbuatan kita, akan kita rasakan juga suatu hari. Entah lewat siapa.

Setiap terjadi “kesusahan” dalam hidup, saya berusaha mengingat, ini akibat perbuatan saya yang mana ya kira-kira. Kalau sudah ingat dan menyadari kesalahan saya, biasanya saya sedikit lebih mudah dalam menerimanya.

Pun setiap ada rejeki, saya memikirkan ada hak siapa di dalamnya yang saya tahan. Sebisa mungkin saya berikan segera. Supaya kelak hak saya tidak ditahan-tahan lagi. Gak enak loh itu.

Tapi ya, itu mungkin saya aja sih.

Kamu gitu juga gak sih?

Semua ada kadaluarsanya

giphy (1)

Saya punya teman. Teman sepermainan. Halah.

Dulu kami mungkin bisa dibilang bersahabat. 2x sekantor bertahun-tahun dan di kantor terakhir bisa dibilang dia yang bantu saya masuk. Minimal dia yang rekomendasikan saya.

Persahabatan kami berjalan sekitar 13 tahun. Saya sering menginap di rumahnya. Dia pernah menginap di kosan saya. Kami saling cerita ini itu. Hampir tiap malam smsan sambil nonton film horor yang sama cuma buat komentarin film. Padahal dia nonton di rumahnya, saya nonton di rumah saya.

Sampai beberapa tahun lalu, kehidupan membawa hubungan kami sedikit merenggang. Agak jarang kontak. Banyak yang terjadi dalam hidup saya saat itu dan mungkin demikian juga dalam hidupnya. Dan kemudian kami hilang kontak sama sekali.

Saya tiba-tiba sadar bahwa saya di-unfriend di FB dan unshare di Path.

Kesibukan bikin saya baru sadar soal itu beberapa waktu kemudian. Kemudian saya coba add friend dan share lagi. Tapi kelihatannya tidak digubris. Saya kirim pesan japri juga tidak ditanggapi. Saya tanya ke salah satu sahabatnya yang juga teman saya. Dia tidak menjawab.

Saya salah apa?

Akhirnya saya buka phonebook handphone, saya cari nomernya. Saya sms.

Tidak dijawab juga.

Sampai akhirnya suatu malam saya memberanikan diri untuk menelponnya langsung. Dijawab. Dan belakangan dia bilang bahwa itu dilakukan karena dia sudah menghapus nomer saya jadi dia lupa dan gak ada nama saya di hapenya.

Saya basa-basi dulu menanyakan kabarnya, kabar mamanya, kabar pekerjaannya. Kemudian saya tanyakan apa yang terjadi di antara kami.

Jawabannya kayak di film.

“It’s not you. It’s me.”

Saya sempat terdiam.

Saya tanya lagi maksudnya apa. Dia menolak menjelaskan. Hanya bilang permasalahannya ada di dia. Bukan di saya.

Saya sedih. Banget. Karena saya merasa bersalah atas entah apa yang sudah saya lakukan hingga membuatnya menjauhi saya. Dan saya merasa kehilangan teman baik saya.

Percakapan kami akhiri dengan saya bilang, “Hubungin gue anytime, kalau lo berubah pikiran. Gue masih anggap lo teman gue.”

Kemudian saya duduk menenangkan diri. Menenangkan tangan saya yang gemetar dan mata saya yang basah.

Saya ingat seseorang pernah berkata, “Semua ada kadaluarsanya. Seleksi alam. Kita gak bisa berbuat apa-apa. Ikhlasin. Kalau memang kelak ada jodohnya, akan bertemu lagi.”

Mungkin ini kadaluarsa pertemanan kami. Seleksi yang dilakukan alam untuk menggiring kami ke jalan lain yang mungkin akan membuat kami lebih baik.

Mungkin.

Perasaan saya sedikit membaik seiring dengan penerimaan itu. Walaupun tetap bikin saya kehilangan.

Kamu, entah baca atau tidak. Semoga kamu selalu berbahagia. Semoga pertemanan kita yang tidak singkat itu sudah membentukmu jadi yang lebih baik. Semoga kelak, kita berjodoh lagi. Dan kalaupun tidak, saya senang sekali pernah berteman denganmu. Be good, be happy, be safe, and Godspeed 🙂

Candamu harimaumu

Kadang, kita bertemu orang-orang yang tanpa mereka sadari bertugas membuat kita “naik kelas” dalam hidup.

Salah satunya orang-orang yang merasa bisa sesukanya mengejek kita dan merasa ejekannya lucu.

Orang-orang yang tidak tahu bahwa di balik diam kita menghadapi ejekannya, kita tahu hal-hal yang mereka tidak tahu bahwa kita tahu. Dan bila kita balas mereka menggunakan hal tersebut, itu akan menyakitkan dan menghancurkan mereka hingga rata dengan tanah.

Hanya saja kita memilih untuk tidak melakukannya.

Dan itu adalah kenaikan kelas kita.


Hati-hati dengan candamu. Kamu tidak tahu fakta apa yang diketahui orang yang kamu candai tentang kamu. Dan kamu tidak tahu apakah mereka jenis yang diam saja atau jenis pembalas.

Lebaran sebentar lagi

images

Sumber gambar: http://www.micecartoon.co.id/mudik-dulu-yahhh/

Sepanjang 38 tahun hidup saya, saya menjalani 28 tahun tinggal di kota yang ditinggali penghuninya saat Lebaran, sisanya di 2 kota yang menjadi tujuan Lebaran. Jakarta, Bandung, dan Bogor.

Dan dari kesemuanya selalu saya nantikan keriuhan khas Lebarannya. Mudik.

Bukan, bukan saya yang mudik. Seumur-umur saya mudik cuma 2x. Waktu SMP dan waktu Mama saya meninggal. Saya belum pernah ngalamin sendiri yang namanya mudik Lebaran.

Maksudnya, mudik orang-orang di sekeliling saya. Keriuhannya, kerepotannya, keriaannya.

Misalnya tadi pas saya naik Commuter Line dari Bogor menuju Jakarta. Di gerbong saya ada beberapa keluarga yang naik membawa koper-koper besar kardus mie instan yang saya rasa isinya barang-barang/oleh-oleh mudik. Kelihatannya tujuan mereka ke Stasiun Gambir, Jatinegara, atau Senen (CL arah Jakarta tidak stop di kedua stasiun tersebut, kita sebaiknya turun di Gondangdia buat ke Gambir dan Sentiong buat ke Senen nyambung bajaj/taksi. Kalau dari Jatinegara ke Senen, bisa langsung turun di Senen) untuk melanjutkan perjalanan ke tujuan masing-masing.

Saya senang lihat wajah gembira mereka. Wajah penuh harap segera ketemu keluarga di rumah. Saya senang ngebayangin mereka akan jalan-jalan rame-rame (soalnya saya senang jalan-jalan :D). Saya senang melihat bahwa kita masih memegang tradisi mudik ini (walaupun kalimat saya ini kemungkinan besar akan diprotes dan dijadiin ajang curhat oleh mereka yang ART/babysitternya mudik :D).

Semoga kalian yang mudik dilancarkan jalannya, selamat sehat sampai tujuan dan kembali lagi ke domisili kalian. Inget, Lebaran sebentar lagi.

Punya cerita mudik yang paling berkesan? Sini-sini ceritain di komen ^_^

Setahun bersama #buibuksocmed

 

2016-07-01_12-11-20

Awalnya dari situ.

Nova yang waktu itu lagi jarang ngetweet (kayaknya) tiba-tiba kirim DM ke saya. Wah apaan nih mamah-mamah social media kayaknya menarik secara: 1. Saya mamah mamah, 2. Saya, kalo bahasa snobnya, socmed enthusiast. Ya saya iyakan aja ajakan Nova.

Begitu masuk grup, perkenalan, ngobrol sebentar, lalu hening. Gak ada kegiatan. Saya yang nyemplung di beberapa grup bawel mikir, “Lah ini gak asik banget grupnya.” Tapi ya mungkin karena isinya mamah-mamah jadi pada repot sama keluarganya gak sempet wassapan.

Dua minggu berlalu, nyaris gak ada interaksi apa-apa di grup. Sempat saya mikir apa saya left grup aja ya. Kok gak seru.

Sampai beberapa minggu kemudian masuklah satu persatu para mamah-mamah socmed yang bawel. Banyak nanya. Banyak cerita. Banyak curhat. Banyak nyela.

Grupnya jadi hidup. Mendadak semua orang curhat di sana. Dari yang 2 minggu paling cuma ada 10 notif, sampai yang baru ditinggal tidur siang tau-tau 1480 chat. 62 mamah-mamah. Bayangin.

Kemudian nama grupnya diubah jadi #buibuksocmed. Kemudian memakai logo… pisang. Iya, buah pisang. Karena pisang baik buat kesehatan, adalah alasan versi publik. Alasan sesungguhnya biar yang di grup aja yang paham :’)

Akhirnya setiap hari selalu ada ceritaan baru. Curhatan baru. Dari mulai anak demam, anak jatuh, anak susah makan, anak tantrum, gosip selebritas, gosip socmed, sampai tips cari sekolah. Cemacem.

Minggu lalu kami baru melakukan garage sale dalam rangka menyumbang ke sebuah panti asuhan. Sebelum garage sale umum, beberapa barang-barang dilempar dulu ke grup untuk dilelang. Dan keberingasan buibuk pun terjadilah :))) Ada yang sampai salah beli ukuran sepatu saking kalapnya. Ada yang japri mau bayarin sepatu yang dilelang eh ternyata yang menang lain. Ada yang setelah lelang usai baru masukin penawaran soalnya telat baca grup. Sungguh lelang yang menghibur :))) 100% hasil lelang ini dimasukkan ke sumbangan.

Singkat cerita lelang dan kegiatan garage sale tadi berhasil mengunpulkan sejumlah dana yang cukup huwow bagi kami yang gak punya target pendapatan penjualan. Alhamdulillah :’) (hasil lelang dan garage sale sudah diumumkan secara resmi di Twitter melalui tweetmob bertagar #buibuksocmed)

2016-07-01_04-02-45

Di grup ini saya ketemu temen-temen baru. Ketemu temen nonton film horor dan indihe. Ketemu temen nyinyir. Ketemu temen satu kota. Semua punya satu tujuan, to unleash the kraken within us. Because being mother is tough. Jadi daripada gila mendingan curhat di grup.

2016-07-01_12-33-41

Di grup #buibuksocmed semua boleh jadi diri masing-masing. Tidak ada penghakiman. Tidak ada celaan soal mendidik anak. Karena kami sadar, sesungguhnya semua ibu ingin yang terbaik buat anak-anaknya. Bila ada yang beda caranya, belum tentu salah.

Makasih, Nova udah nyeburin saya ke grup sinting ini! :*