Review Cetaphil Gentle Skin Cleanser

Cetaphil Gentle Skin Cleanser ukuran 125ml
Ukuran 125 ml. Praktis untuk dibawa ke mana-mana.

Dua minggu ini saya berkenalan dengan Cetaphil Gentle Skin Cleanser salah satu produk andalan dari Cetaphil, yang sekarang mau saya review. Sebelum ketemu  ini saya juga beberapa kali berkenalan dengan pembersih wajah lain. Rata-rata dalam bentuk facial wash karena saya malas ribet. Tinggal gosok di wajah, bilas, lap. Beres. Benar kan? Kan?

Ternyata gak terlalu benar juga cara saya itu.  Menurut situs ini, cuci muka gak sekadar gosok bilas. Lebih ribet lagi. Ada bagian bilas wajah dengan air hangat segala.

Apakah saya menuruti semua langkah itu? Tentu tidak XD Ribeeet astaga. Saya lewatkan bagian air hangat secara kalau mau pakai air hangat berarti saya harus masak air atau mengorbankan air dispenser.

Anyway, kembali ke pembersih dari  Cetaphil yang dua minggu belakangan ini jadi andalan saya banget dan saya bawa ke mana-mana, berikut ini adalah review dari saya. Continue reading “Review Cetaphil Gentle Skin Cleanser”

Menuju #JuliNgeblog 2016

Sekitar pertengahan tahun 2013, teman baik saya, Dian , tiba-tiba melemparkan wacana, “Eh gimana kalau kita ngeblog sebulan nonstop?”. Saat itu saya lagi gak banyak kerjaan, merasa ajakan tersebut menarik. Karena setidaknya bisa memaksa saya buat memastikan blog saya gak jamuran dan lumutan saking jarang ditengok.

Akhirnya kami cari-cari waktu yang tepat, dan diputuskan kami mulai tanggal 1 Juli 2013, dan resmi ngasih nama wacana tadi sebagai #JuliNgeblog. Iseng, saya lemparkan wacana #JuliNgeblog ini ke linimasa akun Twitter saya, yang ternyata banyak mendapat tanggapan dari teman-teman. Continue reading “Menuju #JuliNgeblog 2016”

#Nitabelajardandan Review BB Cream supermarket

Bukan, mereknya bukan merek Supermarket. Tapi saya belinya di supermarket dekat rumah 😀

Belakangan ini saya lagi belajar dandan, pakai tagar #Nitabelajardandan di Twitter dan Instagram supaya gampang saya track masukan dari teman-teman di dunia perdandanan. Ngapain Nit, belajar dandan? Yaaaa… pengen aja. Saya kan pengenan 😀

Di dunia perdandanan ada yang namanya BB cream. BB singkatan dari Blemish Balm. Fungsinya menutupi jerawat dan bercak di wajah supaya pas dandan makin cling. Bener gak sih? Saya juga dapet infonya dari sini sih.

Lalu saya mampir lah ke supermarket dekat rumah. Lalu melipir ke bagian bedak dll itu. Dan melihat 3 BB cream ini. BB cream pertama sudah saya beli dan coba duluan. BB cream kedua dan ketiga belakangan. Hasilnya adalah demikian:

CYMERA_20160622_223403

Continue reading “#Nitabelajardandan Review BB Cream supermarket”

The #BekantanTwins Project – Time to Move, Time to Act

Apa yang kamu tahu soal bekantan? Saya menggeleng saat menerima pertanyaan tersebut suatu hari di @america saat saya menghadiri presentasi The Bekantan Twins Project. Saya tidak tahu apa-apa soal bekantan kecuali, ini pun baru saya sadari setelah ada yeng mention saya di Twitter dan mengatakan bekantan adalah maskot Dufan.

logo-dufan-ancol

Dan ternyata bekantan ini hanya berada di Pulau Borneo. Tidak ada di tempat lain.

Adalah Gabriella Thohir dan Giovanna Thohir yang kemudian memutuskan untuk membuat The Bekantan Twins Project sebagai usaha pelestarian bekantan yang pada tahun 1987 masih berjumlah 260.000 ekor, pada tahun 2008 drop hingga menjadi 25.000 ekor dan bisa dibayangkan tinggal berapa belas ribu atau bahkan ratus saja jumlah mereka pada tahun 2016 ini.

2016-06-22_03-20-18

Gabriella, yang biasa dipanggil Gabby, menyampaikan “Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menyelamatkan Bekantan dari kepunahan, namun juga untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dari masyarakat dalam pelestarian primata.” Giovanna, biasa dipanggil Ghea yang merupakan saudari kembar Gabby menambahkan, menambahkan “Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap akan banyak bermunculan kegiatan sejenis lainnya dalam rangka penyelamatan primata dari kepunahan. Hal ini merupakan tugas kita sebagai anak Indonesia untuk mencintai dan menjaga alam Indonesia, flora dan fauna seisinya.”

The Bekantan Twins Project ini awalnya mereka buat sebagai salah satu proyek sekolah, dan pada waktu itu usia mereka baru sekitar 15 tahun. Kamu waktu usia 15 tahun, lagi ngapain? Saya ngapain ya. Mungkin lagi galau mikirin kakak kelas taksiran saya yang ditaksir sahabat saya sendiri. Mungkin.

Saya salut sekali akan anak-anak Pak Garibaldi Thohir ini. Sama seperti Gamma adik mereka, Gaby dan Ghea memutuskan membuat karya yang berdampak besar bagi lingkungan. Tidak cuma jadi anak-anak muda stylish nongkrong di kafe atau di klub malam. Penampilan mereka secara fisik jauh dari mewah. Tampak sederhana dan tetap rapi. Meraka sangat ramah dan menghormati yang lebih tua (saya disapa dengan sebutan….tante T___T).

Anyway kembali ke The Bekantan Twins Project, saya kutip dari press release mereka:

Ketertarikan si kembar Gabby dan Ghea akan Bekantan, yang memiliki ciri khas berbulu kuning keemasan serta memiliki hidung yang besar, dimulai ketika melakukan observasi langsung di habitat asli Bekantan di Pulau Bakut, Kalimantan Selatan pada tahun 2013 yang lalu, untuk membuat proyek sekolah mengenai konservasi Bekantan saat mereka masih berstatus sebagai siswi SMA Global Jaya Internasional. Observasi ini difasilitasi oleh Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) dan PT. Adaro Indonesia yang telah memiliki project konservasi Bekantan di wilayah pertambangannya di Kalimantan Selatan.

Ibu Okty Damayanti, Direktur Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) menjelaskan, “Dalam mendukung serta mendampingi Gabby dan Ghea merealisasikan proyek tersebut, kami menemukan banyak pencapaian yang luar biasa untuk anak seusia mereka. Dimana proyek sekolah tersebut terus berkembang dan berevolusi menjadi sebuah gerakan. Keseriusan mereka dalam hal ini diwujudkan dengan menggalang dana yang terbilang fantastis, yakni sebesar Rp. 100.000.000 atau setara dengan USD 8.020 yang dialokasikan untuk konservasi bekantan dalam bentuk kegiatan penanaman pohon yang merupakan makanan bekantan di Pulau Bakut, Kalimantan Selatan. Sehingga proyek ini berhasil memenangkan penghargaan lingkungan di tingkat nasional dan 2 penghargaan internasional.”

Untuk mewujudkan The Bekantan twins Project, Gabby dan Ghea, yang kini adalah mahasiswi University of California (UCLA) dan University of Southern California (USC), membuat tiga strategi inovatif yang berkelanjutan untuk pengembangan project ini:

  1. Antara lain menciptakan kesadaran untuk meningkatan perhatian publik terhadap pelestarian Bekantan, mereka telah melaksanakan ‘Activation Day’ di Kota Kasablanka pada 15 Juni 2014 dan berhasil menarik perhatian publik serta mengumpulkan dana sebesar Rp 100.000.000 atau setara USD 8.020.
  2. Strategi kedua adalah kerjasama dengan lembaga atau instansi terkait seperti Sahabat Bekantan Indonesia dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk merealisasikan aksi nyata dalam penyelamatan Bekantan dengan menanam 500 pohon di Pulau Bakut sebagai tempat tinggal Bekantan.
  3. Terakhir, yaitu kolaborasi pengembangan, Gabby dan Ghea mendorong lembaga atau instansi terkait untuk mengambil bagian dan berkontribusi langsung dalam pembuatan konservasi Bekantan di Pulau Bakut.

Dalam waktu dekat, Gabby dan Ghea mempunyai harapan besar untuk bisa mengorganisir penggalangan dana yang kedua untuk pembangunan fasilitas konservasi Bekantan di Pulau Bakut. Gabby dan Ghea juga menyampaikan, “Kami berharap dapat mendukung rencana BKSDA untuk menjadikan Pulau Bakut sebagai konservasi bekantan yang memiliki fasilitas untuk renovasi rumah rehabilitasi, dan titian jalan sebagai akses untuk melakukan observasi bekantan, serta pembangunan darmaga untuk merapatnya perahu masyarakat (kelotok)”. Dalam jangka panjang, Pulau Bakut sangat berpotensi menjadi area pusat ekowisata. Dampak positif yang diharapkan adalah terjaganya kelestarian bekantan serta mampu meningkatkan perekonomian penduduk setempat. Dengan dukungan dan kepercayaan dari lembaga terkait yang berani melakukan perubahan, kami percaya The Bekantan Twins Project dapat berkembang menjadi lebih besar.

Untuk mewujudkan hal tersebut, mereka membutuhkan dana yang tidak sedikit yang angkanya mencapai ratusan juta rupiah. Mereka bekerja sama bersama kitabisa.com melancarkan penggalangan kampanye yang cukup unik dengan insentif menarik. Mereka tidak langsung meminta dana kepada donatur, melainkan mengajak khususnya kau muda untuk menjadi partner mereka dalam menggalang dana. Setiap partner akan diberikan halaman sendiri di KitaBisa di mana mereka bisa menggalang dana dengan cara…melakukan sesuatu. Iya, gak minta-minta. Mereka diharuskan untuk melakukan sesuatu, misalnya: akan memakai hidung bekantan selama seminggu bila berhasil menggalang dana sekian rupiah. Ada challenge yang harus mereka lakukan di sana. Saya sendiri terpikir untuk menjadi partner mereka karena….. 4 pengumpul dana terbanyak akan diajak Gaby dan Ghea melihat langsung para bekantan di Pulau Bakut! Bayangkan, ketemu maskot Dufan yang sesungguhnya!

Berminat? Segera daftar di sini dan tunggu email balasan dari kitabisa.com yang menyatakan kita sudah bisa memulai penggalangan dana.

Info lebih lanjut soal The Bekantan Twins Project ini bisa dilihat di akun Facebook mereka, atau di video di bawah ini:

Selfie Competition Berhadiah ke Malaysia Bersama Yamaha Mio Z

Hey hey, kalian yang suka selfie. Ada kabar seru nih dari Yamaha Mio Z.

Lomba selfie berhadiah nonton tarung Rossi dan Valentino di MotoGP Sepang, Malaysia bulan Oktober 2016 nanti.

Tim dan pebalap Monster Yamaha Tech 3 bergaya Z Style di sirkuit Le Mans (2)

Gimana caranya? Simak di bawah ini ya sambil siapin kalian mau seheboh apa di selfie:
1. Foto bergaya Z dengan mock up bergaya Z Valentino Rossi, Jorge Lorenzo serta unit Mio Z.
2. Like dan follow akun Yamaha (Twiter : @YamahaIndonesia ; Facebook :Yamaha Motor Indonesia ; Instagram : YamahaIndonesia).
3. Upload foto di Facebook, Twitter, Instagram pribadi dengan hashtag #(nama lengkap kamu) dan hashtag #zagoanselfie #namadealer/event #kota
4. Mention ke akun Yamaha Motor Indonesia @yamahaindonesia.
5. Foto otomatis akan ter-upload di www.zagoansuper.com.
6. Z-Selfie Competition digelar 30 April sampai 31 Juli 2016.

Tim dan pebalap Monster Yamaha Tech 3 bergaya Z Style di sirkuit Le Mans (1)

Gak cuma jalan-jalan loh hadiahnya. Ada hadiah bulanan apparel Yamaha juga.

Berapa orang pemenang sih yang akan diberangkatkan ke MotoGP Sepang? Ada SEPULUH orang. Jadi kesempatanmu besar buat jadi salah satu pemenang. Selain nonton MotoGP Sepang, para pemenang juga dapat akses berada di area sekitar paddock sirkuit Sepang itu.

Hadiah keren dari motor keren, ya kan.

Gimana gak dibilang motor keren. Taglinenya aja “Sobat Pas LibaZ Jalan”, cocok banget emang karakter Mio Z yang tangguh dan stabil, gagah berani dan keren, memudahkan mobilitas keseharian kita, dan….. ini penting….irit!

Ketangguhan dan stabilitas Mio Z dipersembahkan oleh bannya yang lebih lebar. Lebih mantap dikendarai. Bodi yang ramping singset bikin Mio Z tetap lincah libaZ jalanan. Udah gitu Mio Z memakai teknologi Blue Core dan Eco Indikator yang bikin dia irit bahan bakar.

Instagram (1)

Yamaha Mio Z juga memakai teknologi Multi Function Key yang punya fungsi 3 in 1 (Menyalakan motor, membuka bagasi, dan mengunci motor). Mudah dan aman digunakan.

Banyak bawaan saat bepergian? Eits tenang, bagasi Yamaha Mio Z luaaas.

Instagram (2)

Sekarang informasi paling penting di antara semuanya, berapa sih harga Yamaha Mio Z ini?

Yamaha Mio Z memiliki 2 opsi warna: Hitam Zagoan dan Putih Zuara. Harganya Rp 15.100.000 on the road Jakarta dan Rp 15.400.000 on the road Cirebon.

Jadi buruan ya, datang ke dealer motor Yamaha terdekat. Foto selfie dengan gaya Z, lalu lirik-lirik deh si ganteng ini buat kamu bawa pulang 😉

Lancar menyusui secara sehat alami

Perjuangan memberi ASI memang luar biasa. Payudara kencang dan sakit, puting terluka sampai bernanah, aliran ASI yang tersumbat, bayi yang sulit menghisap. Maka wajar saja masa-masa awal pemberian ASI terutama bagi ibu yang baru melahirkan pertama kali adalah masa-masa yang membuat stres, sedih, marah, dan berbagai emosi lain.

Sebenarnya apa sih manfaat ASI bagi bayi dan ibu?

Bagi si buah cinta, ASI punya seabrek manfaat. Di antaranya:
• Merupakan nutrisi paling sempurna karena komposisi zat-zat gizinya lengkap dan seimbang.
• Mengandung zat kekebalan yang membantu meningkatkan daya tahan tubuhnya. Pemberian ASI akan menyelamatkan nyawa bayi Anda dari bahaya diare dan infeksi saluran napas akut lho!
• ASI itu steril.
• Tersedia setiap saat, sehingga sangat praktis dan ekonomis.
• Pemberian ASI akan mempererat ikatan emosional antara anak dengan Anda, sehingga sangat positif dampaknya bagi perkembangan psikologisnya.
• Penelitian juga membuktikan, bayi-bayi yang memperoleh ASI umumnya terhindar dari risiko obesitas (saat ini, seluruh dunia sangat prihatin terhadap tingginya angka obesitas pada anak; apalagi obesitas terkait dengan berbagai bentuk penyakit pada usia lebih dini).

Sedangkan manfaat ASI bagi Anda sendiri adalah:
• Memberi kepuasan batin, ketenangan, serta kebahagiaan emosional.
• Mempercepat kontraksi rahim, sehingga dalam waktu singkat rahim kembali ke ukuran normal. Seperti saat Anda belum hamil lho! Ini menyebabkan menurunnya risiko perdarahan rahim di masa nifas.
• Memperkecil risiko kanker payudara.

(Sumber dari sini)

Banyak ternyata ya manfaatnya bagi bayi dan bagi kita para ibu.

Melhat manfaat ini tidak heran bila berbagai cara dilakukan oleh para ibu agar ASI mereka melimpah dan lancar. Salah satunya dipercaya dengan makan daun katuk. Nggak, gak perlu dimakan mentah. Bisa disayur bening seperti sayur bayam. Saya masih inget nih rasanya sayur katuk.

Gak enak. Blas.

Tapi demi kelancaran ASI saya tenggak lah itu dua mangkok sayur katuk setiap hari selama menyusui. Iya saya tenggak saking gak doyannya. Males ngerasain di lidah.

Ada juga yang bilang banyak minum air putih. Aduh saya gak doyan air putih sebenernya. Tapi demi ya demi ASI, saya minum air putih dua liter setiap hari.

Ada lagi yang bilang ibunya gak boleh stres, harus bahagia terus. Karena saat kita bahagia otak akan mengeluarkan hormon oksitosin yang katanya memperlancar ASI. Ya gimana ya, usia saya yang terbilang masih muda saat pertama kali punya anak datang bersama emosi yang masih sulit dikontrol. Dikit-dikit kesel, marah, ngamuk. Aduh ajaib lah. Sedih dan malu kalau inget.

Nah jaman sekarang ini, minimal satu permasalahan dalam produksi ASI itu sudah dipermudah dengan kehadiran Herbatia Sari ASI, booster ASI yang sehat alami.

DSC01814-01-01

Yakin amat dia sehat alami? Yakin dong. Karena kandungannya hanya:

  1. Ekstrak daun katuk (Sauropi androgynus folium) 250 mg. Daun katuk, mengandung Polifenol yang dapat merangsang pelepasan hormon Prolaktin untuk menambah produksi ASI.
  2. Fenugreek seed/biji Klabet (Trigonella foenum-graecum semen) 300 mg. Biji Klabet mengandung Diosgenin yang berfungsi meningkatkan hormon Prolaktin & Oksitosin untuk memperlancar aliran ASI

Udah itu aja. Sehat alami ya.

Herbatia Sari ASI ini booster (pelancar) ASI sehat alami yang praktis banget karena sudah dikemas dalam bentuk kapsul. Gone are the days ketika ibu-ibu harus ribet nyari pohon katuk, metik daunnya, mengolahnya. Dan berusaha menelan daun katuknya yang rasanya ajaib itu.

DSC01815-01

Bisa didapat di mana kah Herbatia ini? Bisa dibeli di apotik kok. Malas ke apotik? Cari saja di lapak berbagai toko online, sudah tersedia kok. Harganya sangat terjangkau. Herbatia berbentuk kapsul yang dikonsumsi 3×1 kapsul sehari. Gak pake lama. Gak pake ribet. Yang paling penting, sehat alami.

Selain Sari ASI, Herbatia juga memahami permasalahan lain yang umum dialami perempuan. Makanya Herbatia menyediakan Sari Langsing, Sari Putih, dan Sari Rapet. Dan semuanya tentu saja sehat alami.

2016-06-09_04-19-13

Buat informasi lebih lanjut mengenai Herbatia ini, sila bertandang ke Facebook, Instagram, atau Twitter Herbatia Indonesia.

Tetap semangat memberi ASI ke buah hati ya, buibuk :*