5 Tempat Instagramable di Kota Palembang

Ke mana pun pergi, biasanya tempat yang paling diincar adalah tempat-tempat yang cantik buat difoto dan di-post di Instagram. Minimal saya sih begitu ­čśÇ Dan menurut saya kelima tempat ini wajib banget dikunjungi kalau ke Palembang. Cantik-cantik semua!

1.Al-Qur’an Al-Akbar┬áPondok Pesantren Al Ihsaniyah Gandus Palembang

Al-Qur’an yang┬ádipahat di permukaan kayu tembesu berukuran panjang 177 cm dengan lebar 140 cm dan ketebalan 2,5 cm konon merupakan Al-Qur-an terbesar di dunia. Merupakan hasil karya dari Bapak┬áSofwatillah Mohzaib yang juga merupakan anggota DPR-RI. Beliau┬ámemang dikenal punya minat yang besar terhadap seni kaligrafi.

DSC01229

2. Jembatan Ampera

Tak lengkap ke Palembang kalau belum berkunjung ke Jembatan Ampera yang menjadi ikonnya. Datanglah menjelang malam dan saksikan lampu berwarna-warni menghiasi jembatan yang terbentang di salah satu sungai terlebar dan terpanjang di Indonesia ini.

Palembang Trip

3. Pulau Kemaro

Pada masa kerajaan Sriwijaya pulau ini menjadi semacam imigrasi untuk para pendatang yang memasuki wilayahnya. Pulau ini juga terkenal dengan legenda sepasang kekasih dan guci emas.

DSC01164

4. Jakabaring Sport City 

Awalnya tempat ini dibangun untuk fasilitas Pekan Olah Raga Nasional 2004, terdiri dari 1 stadion utama dan dua lapangan indoor. Pada tahun 2011 untuk memfasilitasi SEA Games ditambahkan beberapa fasilitas lain yang hingga kini tetap terlihat bersih dan terawat.

2016-05-20_06-22-02

5. Fikri Collection

Tempat menenun sekaligus menjual songket Palembang ini penuh dengan warna warni cantik dari koleksi songket mereka. Di sisi belakang bangunan ada tempat menenun yang terbuka untuk umum sehingga kita bisa melihat sebagian kecil prosesnya. Ternyata gak mudah loh menenun songket, minimal 2 minggu baru jadi selembar kain. Kain songket asli termurah di tempat ini dijual seharga 3 jutaan dan termahal adalah 70 juta. Wow!

DSC01048-01

Kamu ada saran tempat lain?

Pulau Kemaro dan Legendanya

Sekitar 10 km dari kota Palembang, di Sungai Musi terdapat sebuah pulau seluas 30 hektar yang ajaib, bernama Pulau Kemaro. Pulau ini dikenal sebagai pulau yang tidak pernah terpengaruh oleh pasang surutnya Sungai Batanghari Sembilan (Sungai Musi). Apapun situasi sungai, pulau tetap kering tak tersentuh luapan air. Pulau ini bisa dijangkau dengan naik ketek (perahu kayu bermesin, bisa menampung sekitar 10-12 orang sekali jalan dan mesinnya berbunyi “keteketeketek”. Bisa disewa seharga mulai dari 300 ribu/ketek untuk perjalanan menuju dan kembali ke dermaga di bawah Jembatan Ampera). Jarak tempuhnya sekitar 15-20 menit, kalau tidak salah. Saran saya, datanglah sepagi mungkin atau sore sekalian. Soalnya kalau di antara jam 10 – 15, matahari sangat menyengat dan bikin sakit kepala.

DSC01134

Siang yang sangat cerah menuju Pulau Kemaro

Pulau Kemaro awalnya merupakan pulau hibahan dari raja Palembang untuk para pendatang yang membawa agama Islam memasuki Palembang, sebagian besar berasal dari Yaman, untuk digunakan sebagai lahan pemakaman. Konon makam-makam ini masih bisa ditemui saat ini di pulau tersebut.

Palembang Trip

Pagoda di Pulau Kemaro dari arah sungai

Ada sebuah legenda yang melekat erat dengan Pulau Kemaro:

Alkisah seorang saudagar Tiongkok bernama Tan Bun An hendak melamar seorang puteri raja Palembang bernama Siti Fatimah. Tan Bun An membawa kekasihnya ke Tiongkok untuk menemui keluarganya. Sepulang dari Tiongkok, orang tua Tan Bun An menghadiahi beberapa guci besar.

Memasuki Palembang, di dekat Pulau Kemaro yang konon saat itu menjadi semacam pintu “imigrasi” bagi semua kapal yang hendak memasuki Sungai Batanghari Sembilan, Tan Bun An membuka satu persatu guci besar pemberian orang tuanya.

Nampaknya Tan Bun An, mengingat betapa banyak kekayaan keluarganya, berharap orang tuanya menghadiahkan emas perhiasan untuk mereka. Yang ternyata yang ditemui Tan Bun An di semua guci adalah berlapis-lapis sawi asin. Seketika Tan Bun An merasa marah dan kecewa. Dia membuang semua guci dan isinya ke dasar Sungai Batanghari Sembilan. Guci terakhir yang hendak dibuang membentur pinggiran kapal dan pecah.

Ternyata ada berbongkah-bongkah emas di dasar guci, di bawah lapisan sawi asin tadi. Mungkin hal ini dilakukan untuk mencegah emas tersebut diambil perompak, atau mungkin memang iseng aja.

DSC01170

Melihat bongkahan emas tersebut, Tan Bun An menyesal luar biasa telah membuang guci-guci yang lain. Dengan segera dia menceburkan diri ke Sungai Batanghari Sembilan, berharap bisa mengambil guci yang lain. Setelah Tan Bun An masuk ke sungai, tinggallah Siti Fatimah dan para pengawalnya di kapal. Setelah menunggu lama, Tan Bun An tidak pernah kembali ke permukaan. Melihat hal tersebut, seorang pengawal mereka langsung masuk ke sungai mencari Tan Bun An. Tak satupun kembali.

Siti Fatimah yang menduga kekasihnya tenggelam di sungai dan berduka, memutuskan untuk menyusul kekasihnya masuk ke sungai. Sebelum Siti Fatimah menceburkan diri, dia berpesan kepada para pengawalnya,

“Apabila ada tanah yang muncul ke permukaan sungai ini, maka itulah makam kami.”

DSC01164

Lalu dia nyebur.

Dan gak balik lagi.

Tidak lama kemudian dari Sungai Batanghari Sembilan, muncul 2 gundukan tanah besar dan 1 gundukan tanah kecil. Sejak saat itu masyarakat percaya itulah makam Tan Bun An, Siti Fatimah, dan pengawalnya.

2016-05-14_10-15-00

Makam Tan Bun An dan Siti Fatimah

Konon Pulau Kemaro karena legenda ini dan juga karena pemakaman para penyebar agama Islam dianggap menjadi pulau keramat. Sebuah klenteng dan pagoda dibangun sebagai penanda makam Tan Bun An, Siti Fatimah, dan pengawalnya.  Kalau Cap Go Meh, pulau ini ramai dikunjungi dalam rangka sembahyang. Katanya sih kalau berdoa di sini, seringnya dikabulkan. Mau coba?

 

PS: Perjalanan ini adalah undangan dari Kementerian Pariwisata Indonesia. Sila mampir ke Twitter dan Instagram dengan hashtag #PesonaPalembang #PesonaIndonesia untuk melihat oleh-oleh dari para blogger yang diundang.

 

Berlari di Palembang

Untuk penggemar olahraga lari, mungkin hal pertama yang dicari ketika berkunjung ke suatu tempat adalah: tempat lari yang nyaman dan aman di mana ya? Syukur-syukur yang adem dinaungin pepohonan, yang banyak tukang jualan sehingga tidak repot saat merasa haus atau lapar atau keduanya, dan yang mudah dijangkau lokasinya. Yah minimal buat saya itu kriteria tempat olahraga idaman.

Dalam kunjungan ke Palembang ini saya iseng mencari tahu tempat berolahraga yang memiliki semua hal tersebut, mumpung lagi seneng-senengnya lari-lari kecil. Dari kawan-kawan seperjalanan tercetuslah dua nama lokasi yang disarankan. Saya mengunjungi dua tempat tersebut secara langsung.

2016-05-11_05-10-49

Kambang Iwak Besak

Kambang Iwak merupakan taman tertua di Palembang, dibangun oleh Belanda pada sekitar tahun 1900an sebagai tempat rekreasi keluarga mereka yang tinggal di wilayah pemukiman sekitar Kambang Iwak Besak.

2016-05-11_05-12-07

KIB memiliki jogging track sepanjang 800 meter mengelilingi danau buatan dan taman bermain. Di sekitarnya ditanami berbagai pepohonan yang menjaga taman sehingga tetap adem dan berudara cukup segar walaupun cuaca terik. Di sekitar KIB terdapat beberapa pedagang asongan maupun kafe-kafe yang bisa disambangi untuk sekedar ngopi maupun makan berat.

2016-05-11_05-11-36

KIB juga dilengkapi beberapa peralatan olahraga kardio yang sayangnya sebagian sudah rusak tak terawat. Ada juga taman bermain untuk anak-anak dan kawasan internet dengan hotspot. Taman ini akan lebih menyenangkan apabila dirawat oleh para pengguna dan pemerintah setempat.

2016-05-11_05-12-43

Setiap Rabu malam jam 18.45 dan Sabtu pagi jam 06.00 biasanya ada acara lari bersama komunitas Palembang Runners di sini.

 

2016-05-11_05-06-34

Jakabaring Sport City

Memasuki JSC ini saya terkagum-kagum akan betapa bersih, luas, dan terawatnya tempat ini. Awalnya tempat ini dibangun untuk fasilitas Pekan Olah Raga Nasional 2004, terdiri dari 1 stadion utama dan dua lapangan indoor. Pada tahun 2011 untuk memfasilitasi SEA Games, maka fasilitas Jakabaring ditambah menjadi:

  1. Gelora Sriwijaya
  2. Dempo sport hall
  3. Ranau sport hall
  4. Stadion atletik
  5. Aquatic center
  6. Lapangan baseball dan softball
  7. Lapangan tembak
  8. Asrama atlet
  9. Danau buatan untuk olahraga air (mendayung, ski air, dan perahu naga)
  10. Lapangan golf

Kebayang kan besarnya?

Untuk masuk ke sini pengunjung dikenakan biaya per kendaraan. Rp 10.000/mobil dan Rp 5.000/motor. Untuk lokasi secantik dan seluas ini saya sama sekali tidak keberatan.

2016-05-11_05-13-09

Penggemar olahraga lari bisa memilih lari di jalur aspal di jalan-jalan di dalam komplek Jakabaring, atau lari di jalur pasir di dalam Gelora Sriwijaya. Enaknya lari di jalan aspal komplek, banyak pohon untuk menghindari sorotan matahari sore atau pagi, juga cukup banyak pedagang sebagai pelipur lara saat haus atau lapar.

2016-05-11_05-09-34

Setiap Minggu jam 06.00 biasanya Palembang Runners mengadakan lari bareng di Jakabaring Sport City ini.

Ada usulan tempat lari di lokasi kamu?

Pesona Palembang di Jembatan Ampera dan Sungai Musi

Kalau ke Palembang, wajib banget ke dua tempat ini, Jembatan Ampera dan Sungai Musi. Jembatan Ampera membentang sepanjang sekitar 1.117 meter dengan lebar 22 meter dan tinggi 11 meter dari permukaan air. Jembatan Ampera ini diresmikan tanggal 30 September 1965 oleh Jenderal Ahmad Yani, tepat beberapa jam sebelum beliau menjadi korban peristiwa G30S/PKI. Awalnya jembatan ini direncanakan diberi nama Jembatan Bung Karno, namun Bung Karno tidak setuju karena kuatir menjadi pengkultusan yang tidak perlu.

2016-05-10 11.36.52 1-01

Awalnya bagian tengah Jembatan Ampera bisa dinaikturunkan untuk memberi jalan bagi kapal-kapal besar yang akan lewat. Total waktu menaikturunkan jembatan dan memberi kesempatan lalu lintas sungai untuk lewat adalah sekitar 30 menit. Hal tersebut kelamaan menjadi keberatan para warga Seberang Ulu dan Seberang Ilir karena dianggap mengganggu lalu lintas darat. Seberang Ulu dan Seberang Ilir adalah nama dua daerah yang dipisahkan Sungai Musi dan dipersatukan Jembatan Ampera. Selain itu juga Sungai Musi lama kelamaan mengalami pendangkalan yang mengakibatkan kapal-kapal besar kesulitan dan lama kelamaan tidak bisa melayari sungai tersebut. Karena hal-hal tersebut maka pada tahun 1970 Jembatan Ampera tidak lagi dinaikturunkan dan tahun 1990 bandul pemberat di bagian tengah jembatan yang awalnya digunakan untuk menaikturunkan jembatan, dilepas.

Jembatan Ampera yang cantik terlihat semakin cantik di malam hari setelah diberikan lampu berwarna-warni sebagai hiasannya. Datanglah sekitar jam 18.00 untuk menyaksikan lampu-lampu tersebut mulai dinyalakan.

Palembang Trip

SUNGAI MUSI

Pertama kali saya lihat Sungai Musi yang saya pikirkan adalah, arusnya deras ya, repot juga kalau sampai terpaksa berenang di sana ­čśÇ Sungai sepanjang 750 km ini mengairi sebagian besar propinsi Sumatera Selatan. Sungai Musi menjadi jantung transportasi dan perekonomian Kerajaan Sriwijaya di abad 7 sampai abad 13.

DSC01133_1

Sungai Musi juga dikenal sebagai Sungai Batanghari Sembilan karena ada 9 sungai besar (termasuk Musi) yang bermuara di sana: Komering, Rawas, Leko, Lakitan, Kelingi, Lematang, Semangus, Ogan, dan Musi. Sungai Musi memiliki banyak lokasi wisata di sekitarnya, antara lain:

  • Jembatan Ampera
  • Benteng Kuto Besak
  • Restoran terapung Riverside
  • Restoran terapung Warung Legenda
  • Rumah Rakit
  • Pulau Kemaro
  • Bagus Kuning
  • Sungai Gerong
  • Pasar 16 Ilir
  • Kampung Kapitan
  • Kampung Arab

Beberapa di antaranya akan saya tuliskan nanti. Jadi kapan mau ke Palembang?

DSC01174

 

PS: Perjalanan ini adalah undangan dari Kementerian Pariwisata Indonesia. Sila mampir ke Twitter dan Instagram dengan hashtag #PesonaPalembang #PesonaIndonesia untuk melihat oleh-oleh dari para blogger yang diundang.