#LingkarKemang Be The CEO of Your Own Time

Tahukah kamu bahwa kesuksesan seseorang tergantung pada bagaimana cara mereka mengatur waktunya? Setiap orang di dunia ini memiliki jatah waktu yang sama. 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 30 hari sebulan, dan 365 hari per tahun. Namun, ada pengusaha yang bisnisnya berkembang, ada juga yang tidak. Ada artis yang berhasil go international, ada juga yang one-hit-wonder saja. Ada yang jadi juara kelas, ada yang tidak. Kira-kira bagaimana, ya, para juara itu mengatur waktunya.

Paragraf di atas adalah tulisan di sampul belakang buku kedua Zivanna Letisha yang berjudul Trik Juara Mengatur Waktu dengan tagline Be the CEo of Your Own Time. Zivanna Letisha, Puteri Indonesia 2008, menjalin kerjasama dengan #LingkarKemang Bukalapak mengadakan bincang santai di kantor Bukalapak di Kemang dalam rangka peluncuran bukunya.

20160422_143127

Iya, Bukalapak gak sekadar marketplace tempat favorit saya belanja online. Ternyata mereka setiap bulan juga mengadakan bincang santai bersama berbagai narasumber yang bisa dihadiri umum, yang dinamakan #LingkarKemang.

20160422_142717

Minggu lalu Zivanna Letisha dan Achmad Zaky, CEO Bukalapak, menjadi narasumber #LingkarKemang. Mereka berbagi tips dan cara membagi waktu agar mudah mencapai tujuan.

20160422_154856

Achmad Zaky bercerita, pernah ditawari proyek bernilai mahal saat memulai Bukalapak. Yang kemudian ditolaknya. Karena dia tidak ingin waktu dan konsentrasinya terpecah. Dia memilih mengurus dan membesarkan Bukalapak.

Zizi, panggilan Zivanna, membuat daftar apa saja yang harus dia lakukan setiap hari kemudian menentukan prioritas yang terbesar. Cukup sulit mengingat kegiatannya yang sangat padat, jadi penyiar, penulis buku, dan pebisnis.

Intinya dalam mengatur waktu yang harus kita lakukan, menurut Zizi dan Zacky, adalah tentukan dan teguhkan pendirian kita pada prioritas utama yang membantu kita mencapai tujuan. Dan ketika ada yang tiba-tiba nyelip di antara daftar itu, usahakan bisa dilakukan dengan cepat tanpa menganggu prioritas yang lain.

20160422_142840

Selain untuk menghadiri #LingkarKemang ini, saya datang juga buat lihat-lihat kantor Bukalapak yang ternyata meriah dengan warna-warni dan pernak-pernik. Terlihat menyenangkan. Dan makin menyenangkan saat saya mengintip bagian kantornya dan melihat ada berbagai camilan di salah satu sudut ruangan 😀

Kira-kira apa dan siapa ya pengisi #LingkarKemang selanjutnya?

 

Menjadi Langsing Dengan Bahagia Bersama GoLangsing

Pada bulan Mei 2015, berat badan saya mencapai 90 kilogram. 40 kilogram lebih banyak dari jaman saya usia 20an (sekarang 38), 30 kilogram lebih banyak dari berat ideal saya.

Saat itu yang saya rasakan adalah susah bergerak, susah cari baju, tidak percaya diri, selalu merasa jelek sehingga saya sering sekali menopak ajakan ketemuan. Saya minder melihat teman-teman saya yang langsing semampai dan bisa berdandan keren sementara saya cari baju yang muat aja susahnya luar biasa.

Sudah berbagai macam diet saya jalani selama bertahun-tahun. You name it. Tusuk jarum, diet Mayo, diet OCD, sampai pernah saya memuntahkan kembali makanan saya setiap habis makan. Berat badan turun dengan cepat, tapi meroket lagi setelah semua itu usai.

Pada bulan Desember 2015 saya diperkenalkan dengan GoLangsing, sebuah program memperbaiki pola pikir dan pola makan yang menghasilkan badan yang langsing sehat tanpa melakukan diet penurunan berat badan yang menyiksa. Tetap kenyang, sehat, dan melangsing. Too good to be true? Demikianlah yang ada di pikiran saya saat itu. Apalagi menjelang usia 40 tahun saya mempercayai bahwa metabolisme tubuh semakin menurun, melangsing sudah menjadi impian saja.

Di kelas GoLangsing saya bertemu Mbak Nunny Hersiana yang mengajarkan cara yang tampak mudah untuk melangsing.

1. Be happy.

Berbahagialah. Syukurilah apa yang kita miliki saat ini. Sesungguhnya memang itu lah hak kita.

2. Move more.

Ayo banyak bergerak. Capailah setidaknya 3500 langkah dalam sehari. Lebih baik lagi kalau bisa di atas 10.000 langkah. Setiap langkah menguatkan jantung kita loh.

3. Eat less and eat mindfully. Makanlah dengan penuh syukur, nikmati setiap suapan dan setiap rasa. Dengarkan sinyal dari lambung, sudah cukupkah makanan yang masuk, atau justru berlebih?

Sebelum mengikuti kelas GoLangsing ini, saya sangat sangat sangat jarang (malah bisa dibilang anti) berolahraga. Buat saya olahraga itu melelahkan dan saya seringkali cepat putus asa karena merasa olahraga toda mengubah tubuh saya.

Setelah mendengarkan penjelasan dari Mbak Nunny dan memahami pentingnya berolahraga, saya bahkan bisa dengan bangga mengatakan saya telah menamatkan dua lomba lari 5K dan 2 lomba lari 10K. Walaupun tidak menaiki podium sebagai pelari tercepat, buat saya dengan bisa menamatkan lomba saja sudah merupakan prestasi mengingat betapa pemalasnya saya dulu.

Bila ada yang berminat mengetahui info lebih lanjut soal GoLangsing, bisa buka situs mereka di GoLangsing.com. Atau kontak saya untuk sekadar berbagi pengalaman.

Oh ya, sejak Desember 2015 sampai sekarang, saya berhasil menghalau ukuran jeans 36 menjadi 32. Kaos unisex XXL menjadi M. Saya bisa beli baju dengan lebih leluasa karena sudah banyak baju di toko yang bisa masuk ke tubuh saya. Senang sekali!

2016-05-16_05-19-52

Perjalanan saya masih panjang menuju badan langsing ideal, tapi saya percaya saya bisa. Karena saya melakukannya dengan cara menyenangkan tanpa menyiksa diri.

*foto diambil dari akun Instagram saya di @nitasellya*

Plantaar fasciitis saya dan minyak kutus-kutus

2016-04-06_03-38-29

Pesan minyak kutus-kutus ini ke kawan saya, Tika, gara-gara liat ada testimoni di Instagram yang bilang bisa meringankan plantar fasciitis.

2016-04-06_03-38-06

Apaan sih plantar fasciitis? Pernah gak kalau abis lari/jalan/bangun tidur/abis duduk agak lama, pas napak ada rasa sakit di telapak kaki bagian dekat tumit? Itu disebabkan oleh (hasil googling):

“Peradangan pada jaringan fibrosa tebal yang melintang dari tumit hingga jari kaki. Jaringan tersebut disebut plantar fascia dan berguna untuk menopang otot dan lengkungan telapak kaki serta menghubungkan tulang tumit ke jari-jari kaki.”

Sejak pergelangan kaki keplitek 5 tahun lalu, telapak kaki saya bagian situ selalu nyeri tiap bangun tidur dan napak ke lantai. Bisa sampai pincang. Baru hilang sakitnya setelah beberapa lama dipakai jalan.

Makin parah setelah saya mulai aktif bergerak (jalan dan jogging) beberapa bulan ini. Selalu sakit begitu selesai kegiatan.

Kenal sama minyak ini gara-gara Tika lagi seneng-senengnya main minyak, lalu posting-posting cerita-cerita.

Saat itu sih belum tertarik. Tertariknya gara-gara liat testimoni yang saya ceritain di atas tadi. Akhirnya minggu lalu saya pesan edisi irit ini ke Tika buat nyoba. Ada kemasan yang lebih besar cuma saya males langsung beli itu. Ngenes juga kan yak kalo udah beli mahal ternyata bapuk XD

Saya pakai setiap abis olahraga, mau tidur, dan tiap inget. Saya balurin ke telapak kaki dan betis sambil dipijat sampai minyaknya meresap.

Hasilnya? Di hari kedua plantar fasciitis saya berkurang banyak sakitnya! Gak hilang, tapi (kalo mau main angka-angkaan) ada lah berkurang 70% mah. MEJIK! Saya gak senewen lagi buat napak tiap bangun tidur. Seandainya udah ketemu minyak ini dua minggu lalu pas saya kelar lari di Sentul mungkin saya gak perlu sampe minta es batu ke McD demi ngompres kaki :))

2016-04-06_03-38-56

Lomba 10K pertama saya di Sentul 😀

Sedikit info soal minyak kutus-kutus dan khasiatnya bisa dilihat di blognya Tika di sini. Atau bisa lihat di foto ini.

2016-04-06_03-41-31

PS: Buat penyembuhan plantar fasciitis secara total, beberapa kawan saya yang berkecimpung di dunia medis menyarankan untuk periksa kaki secara menyeluruh, terapi, dan kalau gak salah disuntik obat apa gitu. Coba cek ke dokter aja yah.