Setitik Cahaya dari Seorang Gamma

Namanya Gamma Abdurrahman Thohir. Usianya 15 tahun. Bersekolah di Sekolah Global Jaya Bintaro Jaya, kelas 10. Kalau dulu di usia itu (gak usah nanya kapan, udah lama pokoknya) saya sedang galau gara-gara rebutan kakak kelas ganteng, Gamma sedang mengusahakan akses listrik untuk sebuah desa terpencil di kaki Gunung Halimun.

Gamma Abdurrahman Thohir

*tebalikin meja*

Klasifikasi Pembangkit Listrik Tenaga Air

Pertama kalinya saya mendengar Microhydro (pembangkit listrik tenaga air skala kecil. Tenaga yang digunakan berasal dari aliran air sungai, irigasi, atau air terjun) adalah saat saya hadir ke At America beberapa hari lalu. Itulah yang sedang dilakukan Gamma untuk desa Ciptagelar dalam rangka tugas sekolah. Untuk mencapai lokasi tersebut, Gamma menempuh 9 jam perjalanan dari Jakarta (jangan bayangkan jalannya semulus tol Cipali. Ini desa terpencil), berinteraksi dan membaur dengan masyarakat di sana untuk mendapatkan kepercayaan mereka dalam proyeknya.

Desa Ciptagelar ini nampak cakep ya. Saya pengin main ke sana

“Saya ingin melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat Ciptagelar. Melalui proyek ini saya berharap akan makin banyak masyarakat di sana yang memiliki akses listrik, sehingga bisa menumbuhkan usaha kecil yang bermanfaat bagi peningkatan ekonomi desa,” jelasnya.

Saya. Mangap.

Putra ketiga Garibaldi “Boy” Thohir yang sebenarnya bisa saja memilih jadi ABG serampangan sesuka-sukanya karena toh nanti juga hidupnya tetap enak, memilih untuk menjadi remaja yang berguna buat orang lain. Gak tanggung-tanggung, buat satu desa.

Inisiatif Gamma mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak antara lain Institusi Bisnis Kerakyatan (IBEKA), CV Cihanjuang Inti Teknik tempat Gamma belajar teknis pembuatan pembangkit listrik ini, dan Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN).

YABN meyakini bahwa generasi muda adalah calon pemimpin masa depan. YABN sendiri dibentuk oleh Adaro untuk melaksanakan berbagai program pengembangan masyarakat secara berkelanjutan. Salah satu fokus programnya adalah pengembangan pendidikan terutama bagi generasi muda.

Saat ditanyakan apakah berniat akan meluaskan proyek ini ke tempat lain, saya melihat anak muda yang bersemangat tapi tetap realistis. Dia menjawab, saat ini mau fokus di Ciptagelar dulu. Kalau sudah berhasil lancar, mungkin akan diperluas ke tempat lain. Bagaimanapun ini skalanya masih tugas sekolah. Dan ini aja buat saya udah luar biasa banget.

Untuk pendanaan bagaimana, Gam? *akrab banget, Nit?* Saat ini masih dihitung-hitung dulu. Ada rencana untuk crowdfunding, menerima sumbangan dana berapapun dari donatur yang mau menyumbang. Saat ini Gamma minta tolong satu hal: tolong bantu untuk menyebarkan informasi soal microhydro ini. Bisa dengan follow akun Twitternya, akun Instagramnya, atau Facebook Fanpage-nya untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perkembangan proyek Microhydro for Indonesia ini, dan menyebarluaskannya.

Semoga sukses, Gamma. Semoga dilancarkan jalan menuju tujuan mulia ini 🙂

Saya bangga pernah jadi janda

Dulu pernah dibilangin ama seseorang: Lo jadi janda diem-diem aja. Malu.

Awalnya saya nurut. Saya diem-diem aja. Iya, malu. Merasa gagal jadi manusia. Ngejaga rumah tangga aja gak bisa. Ada kali setahun dua tahun saya mingkem gak bilang apapun ke siapapun. Mungkin jadi omongan di belakang. Mungkin.

Sampai suatu ketika saya lupa karena apa, saya memutuskan buat BODO AMAT 😂

Iya saya janda. Iya saya punya anak tapi gak saya bawa. Iya saya hidup (selain dengan teman-teman dekat) nyaris sendirian.

Dan saya bangga.

Saya bangga saya pernah gagal.

Karena gagal itu bikin saya tau rasanya nangis malem2 di kamar kosan ukuran 2×3 meter karena kangen anak. Karena kesepian. Karena menjebak diri di hubungan yang gak sehat. Karena laper gak punya duit (saya pernah cerita kan, 2 atau 3 hari minum Energen doang pagi dan malem masing-masing sebungkus). Karena patah hati sama cowok-cowok yang nolak karena kejandaan saya.

Saya bangga, karena kejandaan saya bikin saya kreatif berjuang hidup. Kadang berhasil kadang gagal. Kadang ngebantu kadang nyusahin orang lain.

Dan di saat banyak jomlo yang ngeluh susah dapet jodoh, saya bisa bilang: ciyan, gue udah dapet 2x.

#dibakar

PS: orang yang ngomong gitu ke saya sampe sekarang masih jomlo.

PS 2: gak ada moral of the story di sini, emang pengen cerita doang.

PS 3: I’ve met and wed the man of my dreams.

PS 4: Makasih Jenny Jusuf yang udah nge-copy paste ini dari tulisan Path saya dan ngirim ke saya lewat WA :)))