Kursus Renang di Bogor

Cari les renang dewasa di Bogor nampaknya gampang-gampang susah. Setelah beberapa kali googling dengan kata kunci “les renang Bogor”, “kursus renang Bogor”, dan “kolam renang Bogor” saya menemukan sebuah blog yang dikelola kolam renang Vila Duta Bogor.

Kolam renang Vila Duta Bogor. Panjang 25 m, lebar 13 m.
Kolam renang Vila Duta Bogor. Panjang 25 m, lebar 13 m.

Buat siapa? Buat saya. Iya saya belum bisa berenang padahal udah mau masuk kepala sekian umurnya. Mau kursus renang juga sebenernya rada malu. Udah bongsor begini nanti diliatin bocah.

Padahal kenyataannya, gak ada yang merhatiin juga sih. Geer aja.

Setelah beberapa kali maju mundur keinginan buat kursus berenang, akhirnya saya janjian dengan salah satu guru les renang Bogor di Vila Duta itu.

Hari pertama langsung masuk kolan yang sedada. Sekitar 1,2 meter. Saya nempel aja di pinggir kolam gak berani ke mana-mana. Takut!

Pengajar saya kebetulan sedang mengajar murid lain, jadi saya diminta latihan membiasakan diri di air dengan: memasukkan kepala ke air. Yasalam.

Saya diminta menarik napas lewat mulut, memasukkan kepala ke dalam kolam, menahan 4 detik, mengeluarkan napas lewat hidung, mengeluarkan kepala untuk menarik napas lagi. Disuruh ulang… 20 kali.

*hening*

Buat banyak orang, hal yang saya lakukan itu.. mudah banget pasti. Tapi buat saya yang gak bisa berenang, itu lumayan horor 😀

Tapi ya seperti kata peribahasa alah bisa karena biasa lama-lama jadi gak serem lagi.

Berenang di sini cukup enak. Kolam renang Vila Duta Bogor terbagi menjadi 3 bagian untuk kolam besar. Bagian 50 cm, bagian 120 cm, dan bagian 200 cm. Tiap bagian dipisah dengan tali. Ada juga kolam khusus anak-anak, terpisah dengan kolam besar.

Biaya kursus renang Vila Duta Bogor Rp 250.000 untuk 4x pertemuan.

Biaya masuk kolam Rp 22.000 per kedatangan.

Biaya sewa loker (uang jaminan saja, nanti dikembalikan saat mengembalikan kunci) Rp 10.000 per kunci.

Di kolam renang Vila Duta Bogor ini juga ada beberapa penjaga kolam (lifeguard) dan pelampung. Jadi aman lah.

Gur les renang saya di sini namanya Pak Alam. Orangnya ramah dan sabar luar biasa. Gak pernah marah sebawel dan selambat apapun muridnya.

Kalau tidak salah kolam renang Vila Duta juga menyediakan kursus renang khusus untuk para penyandang autisme dan mereka yang butuh terapi fisik.

Siapa tahu ada yang berminat les renang di Bogor, bisa kontak Pak Alam melalui sms/telepon di 085282263064. Kalau agak lama direspon, maklumi ya. Mungkin beliau sedang mengajar.

Selamat berenang!

Hutan dan Puncak Pinus Becici

Pertama kali saya mendengar nama lokasi ini, saya mikir: emang bagus ya? Hutan gitu loh. Paling pohon semua isinya.

Dan pada kenyataannya, ya memang pohon semua sih. Tapi ternyata di puncak pinus Becici justru yang menurut saya merupakan klimaksnya tempat ini.

Bertempat di kawasan Imogiri, Yogyakarta, Puncak Pinus Becici nampaknya merupakan lokasi wisata yang masih terbilang baru. Beberapa kawan saya yang asli Yogya malah baru dengar soal hutan ini. Atau kalaupun tahu soal ini, mereka lebih mengenalnya sebagai Hutan Pinus Imogiri.

Saya datang di siang menjelang sore hari bersama kawan-kawan. Udaranya sejuk, adem karena banyak pohon (sekali lagi, namanya juga hutan ya), dan pohon pinusnya tinggi-tinggi sekali. Di beberapa tempat di sediakan tempat duduk dan ayunan dari batang pohon. Nampaknya tempat ini sering dipakai muda-mudi bercengkrama.

Jalan sedikit ke atas, saya kira gak ada apa-apa. Ternyata inilah daya tarik Puncak Pinus Becici yang paling utama. Puncak bukit Becici (saya belum periksa silang apakah nama bukit ini benar-benar Becici, saya asumsikan saja demikian) tempat hutan pinus ini berada memberikan pemandangan matahari terbenam yang sungguh luar biasa. Di beberapa pohon dipasang beberapa panggung yang bisa dipakai menikmati matahati senja dan foto-foto.  Sementara sejauh mata memandang adalah pemandangan pemukiman, sawah, dan lembah mengitari bukit.

Saya sempat deg-degan mau naik ke puncak bukit ini karena jurangnya dalam, tempatnya terbuka dengan angin cukup kencang, dan jalannya berpasir. Kayaknya saya gak bakal mau diajak ke sini kalau musim hujan. Kebayang pasir-pasir itu bikin jalan makin licin.

Ada sebuah makam di puncak bukit ini. Saya tidak tahu siapa yang dimakamkan di sana. Beberapa kali iseng googling namanya, tidak muncul sejarah hidupnya. Saya berpikir beliau mungkin orang yang disegani, mengingat lokasi makamnya bagus sekali.

Saat saya ke sana beberapa minggu lalu, tempat ini masih tidak atau belum dikenakan biaya masuk. Paling biaya parkir motor/mobil saja sekitar Rp 2.000-Rp. 4000. Saya sarankan untuk membawa bekal sendiri kalau ke sini karena belum terlalu banyak warung makanan yang buka. Dan yang ada pun kurang mengenyangkan. Jangan lupa untuk mengumpulkan sendiri sampah bekal dan membuangnya di tempat sampah di dekat parkiran ya.

Berikut adalah beberapa foto yang saya ambil di sana.

Makam di atas Puncak Pinus Becici
Makam di atas Puncak Pinus Becici
Pemandangan di Puncak Pinus Becici
Pemandangan di Puncak Pinus Becici
Menjelang matahari terbenam
Menjelang matahari terbenam
Panorama dari Puncak Pinus Becici
Panorama dari Puncak Pinus Becici
Iya, jangan :D
Iya, jangan 😀
Puncak pepohonan pinus
Puncak pepohonan pinus
Matahari sore dari balik pepohonan
Matahari sore dari balik pepohonan

Pulang dari sini, jangan lupa melipir sedikit ke sate klathak khas Yogya ya. Nikmat dimakan panas-panas setelah kena terpaan angin sore di Puncak Pinus Becici.

Foto: koleksi pribadi menggunakan Samsung Galaxy S5

Mimpi Yang Terkabul Pada Waktunya

10 tahun lalu, saat saya masih aktif di sebuah MLM, saya diajarkan oleh upline saya untuk membuat sebuah dinding mimpi. Dinding mimpi ini berada di depan tempat tidur di mana dialah yang terakhir saya lihat sebelum tidur dan pertama saya lihat saat bangun tidur.

Dinding mimpi saya dulu berisi berbagai hal yang saya ingin miliki dalam hidup saya. Seiring berjalannya waktu dan kehidupan, semua mimpi itu terlupakan. Saya tenggelam dalam kehidupan sehari-hari. MLMnya pun saya tinggalkan.

Kemarin tiba-tiba saat duduk di ruang tamu rumah saya sambil membaca buku, saya teringat lagi akan dinding tersebut dan potongan-potongan kertas koran dan majalah yang saya tempelkan di sana yang berisi mimpi-mimpi saya. Saya mengingat-ingat lagi apa saja yang saya tempelkan di sana.

Lalu saya menyadari, ternyata saya sudah pernah memiliki semua itu. Mimpi saya sudah, sedang, dan akan terwujud.

Saya menempelkan gambar kamera DSLR. Saya sudah punya kamera dari jenis saku, DSLR, sampai mirorrless.

Saya menempelkan gambar sebuah rumah besar bertingkat. Saat ini saya dan suami sedang menempati sebuah rumah yang menurut kami sangat besar, dan bertingkat.

Saya menempelkan landmark berbagai kota di dunia sebagai perwakilan mimpi saya jalan-jalan ke luar negeri. Walaupun belum semua kota tersebut saya sambangi, tapi hey saya sudah ke luar negeri.

Saya menempelkan gambar sebuah mobil mewah. Saat ini walaupun kami belum punya mobil, tapi kami sudah dilimpahi berkah mudahnya berkendara dengan mobil sewaan maupun tahu-tahu dipinjamkan mobil.

Kemudian saya tersenyum. Hidup punya caranya sendiri untuk mengabulkan keinginan saya. Dalam waktunya sendiri. Dan sering kali saya bahkan sudah lupa bahwa saya punya sebuah keinginan akan sesuatu.

Bagaimana dengan mimpimu?