Skotel Makaroni Gelombang Mikro

Gaya ya judulnya.

Maksudnya sih skotel makaroni dimasak pake microwave. Beginilah kalo kebanyakan pengen masak ini itu tapi peralatan terbatas, ya seadanya dipake.

Bahan:
1 sendok makan makaroni mentah. Rebus sampai matang. Rebusnya pakai kompor biasa aja. Gue nyoba rebus pakai microwave, airnya abis makaroninya tetep mentah.
1/2 porsi dari 1 telur kocok.
2 sendok makan susu cair.
1 sendok teh mentega.
Garam secukupnya.
Tambahan untuk isi skotel. Gue pakai stok sambal balado buat resep ini.

Peralatan
1 cangkir untuk kopi. Kecil aja.
Microwave.
Sendok.

Cara:
1. Lelehkan mentega dalam cangkir di microwave selama 20 detik. Berhubung mentega gue udah sempet masuk kulkas, agak beku, jadi ngelelehinnya rada lama.

image

2. Campur lelehan mentega dengan makaroni yang udah direbus. Aduk rata. Campur dengan garam, susu, tambahan (dalam hal ini gue pakai satu sendok teh sambal balado)

image

image

3. Panasin di microwave selama 2 menit 30 detik kalau gak mau hasil yang kering, atau 3 menit kalau mau yang agak kering.

image

Demikian hasilnya.

Selamat mencoba ^^

Chocolate Microwaved Cup Cake

Gara-gara buka bookmark browser, ketemu kumpulan resep cup cake yang dibikin pakai microwave. Akhirnya pulang dari ‘kantor’ mampir ke mini market beli bahan-bahan kue seadanya. Dan semampunya XD

Bahan:
2 sendok terigu khusus kue
1 sendok makan butter atau margarin khusus kue
1 sendok makan selai coklat
1 sendok makan susu cair. Gue pake yang full cream
1 sendok makan gula pasir
Sejumput kecil garam
1 telor ayam, diaduk sampai rata.

Alat:
1 mug atau cangkir kopi
Sendok
Microwave

Cara bikin:
1. Lelehkan 1 sendok makan mentega di microwave selama 20 detik.

image

Gue pakai Blue Band Cake and apa gitu lah variannya.

2. Setelah leleh, masukin selai coklat, aduk sampai rata.

image

3. Kocok telur di wadah lain. Pakai wadah lain karena untuk resep ini cuma butuh setengah porsi. Tuang gula pasir ke porsi yang akan dipakai untuk kue.

image

4. Tuang campuran telur dan gula ke cangkir, campur dengan terigu dan garam.

image

5. Tuang susu cair. Aduk rata seisi cangkir.

image

6. Masukin ke microwave. Panasin selama 1 menit 10 detik. Kalau kelamaan nanti dalemnya kering banget kayak kue bantet.

image

7. Jadinya begitu. Bisa dipindahin ke wadah lain, bisa dimakan langsung dari cangkir.

Catatan: harusnya pakai pengembang dan pelembut kue, tapi gue gak setelaten itu XD

Lumayan buat cemilan malem-malem.

Paket dari MAX Factor Indonesia untuk #JuliNgeblog

Jadi minggu lalu gue dapet email dari Mbak Oci di MAX Factor Indonesia, yang bilang mereka pengen ikutan ngasih sesuatu buat #JuliNgeblog. Gue mau :’((( *derita penyelenggara, gak bisa dapet hadiah*

image

Eniwei, hadiahnya adalah:

Juara pertama berupa produk senilai Rp 525.000
Juara kedua berupa produk senilai
Rp 350.000
Juara ketiga berupa produk senilai
Rp 250.000

GUE MAOOOOOOK! :’(((((

Tema postingan: dandan.

Cewek boleh, cowok monggo. Gak ada batasan. Yang cowok bisa minta pacar/istri/adek/kakak/ibunya dandan dan diposting di blog kalian.

Cari foto dandanan seleb favorit lo, bikin tutorial dandan ala mereka dengan gaya lo sendiri. Harus ada foto si seleb, setidaknya 3 foto lo lagi dandan sesuai tutorial lo yah, dan foto “before-after” lo. Produknya boleh produk apa aja.

Pemenang akan dipilih dan dikirimin hadiahnya langsung oleh MAX Factor Indonesia awal bulan depan. Dan hanya buat mereka yang di akhir Juli 2013 punya postingan minimal 25 post di blognya.

Nah mumpung hari Minggu, siapin segala perabotan dandan lo, dan ……dandan lah :D

Deadline seperti biasa hanya sehari, sampai 7 Juli 2013 jam 23.59.

Format postingan: (judul) (link) #JuliNgeblog @NitaSellya @ocitra_

Selamat dandan ^^

The Reason

What makes you fall in love with someone?

Their cute look. Their smile. Their bicep. Their ass.

No certain answers. No similar answers. Two people may fall in love with one person for different reasons.

I often can not tell why I fall in love with one person. When you are in love, everything about them becomes the reason. You simply can not pinpoint one thing and declare, “This is the reason.” At least not in my case.

What is this writing about? Nothing much. Just to make sure I don’t miss a day in my own project :P

Good night, peeps.

Hadiah @sepatumerah @ririsardjono untuk #JuliNgeblog

Yak #JuliNgeblog untuk hari ini hadiahnya pemberian Okke @sepatumerah dan Mbak Riri @ririsardjono berupa buku mereka berjudul Time Will Tell.

image

Syarat dapetinnya apa?

Bikin satu tulisan tentang…

*drum roll*

FRIENDZONED

Ihiy. Ajang curhat.

Tulisan boleh berupa cerpen, puisi, artikel, curhat. Bebas.

Setelah diposting, silakan tweet linknya dengan format: (Judul) (link) #JuliNgeblog @NitaSellya @Sepatumerah @ririsardjono

Deadline postingan adalah 6 Juli jam 23.59.

Cara pemilihan pemenang:
Kandidat pemenang akan ditandain sama Okke dan Mbak Riri. Pemenang adalah yang punya minimal postingan 25 post selama Juli 2013. Pemenang akan diumumkan awal bulan Agustus 2013.

Oh iya, ini buat yang mau dapet hadiah aja kok. Yang nggak, sila ngeblog dengan tema apapun ;)

You Cheat Because You Want To

Kapan waktu itu gue pernah dicurhatin sama temen gue, soal cowoknya yang selingkuh. Tema paling mainstream sedunia.

Temen gue: Gue sampe berhari-hari berusaha cari tahu apa kekurangan gue sampe dia kayak gitu.

Gue: Ngapain?

Temen gue: ya pasti ada sesuatu yang salah di diri gue, makanya dia nyari orang lain.

Itu…gak masuk akal buat gue.

Buat gue, selingkuh itu keinginan. Apapun alasan adalah pembenaran. Selingkuh itu dilakukan oleh mereka yang pengen enak sama yang baru tanpa lepas dari kenyamanan yang lama.

Dan buat gue, saat lo memutuskan untuk jadi selingkuhan, saat itu pula lo berhak diberi panggilan perusak hubungan orang lain.

How low can you be? Udah mah cuma jadi selingkuhan, nyakitin orang lain, ngerusak pula.

Ada berjuta alasan kenapa lo selingkuh. Tapi intinya: pelaku selingkuh gak punya keberanian buat mengakhiri hubungan lama yang menurut dia gak nyaman.

You cheat because you want to.

That’s it.

Tentang Jalan-jalan. Dikit.

Percaya atau nggak, udah percaya aja, yang namanya jalan-jalan ke luar negeri itu baru gue alami tahun 2008, di ulang tahun gue ke 30. Melebihi target awal gue di mana gue mau menapak luar Indonesia paling telat di usia gue yang ke 25. But see, dreams do come true eventually. Telat, tapi mimpi gue jadi kenyataan juga. Tahun 2008 adalah tahun di mana gue menghadiahi diri gue ke Singapura dan Kuala Lumpur, sendirian. Tahun itu masih diberlakukan bea fiskal, jadi gue memilih untuk masuk ke Singapura lewat Batam. Jadi rutenya Jakarta-Batam-Singapura-Kuala Lumpur-Jakarta.

Di Singapura gue nebeng di apartemen salah satu boss gue yang tinggal di sana. Dia dan keluarganya baik banget, selama dua malam gue nginep di sana tiap malam dia nganter gue ke resto fast food nyari…..daging. Dia vegan soalnya, gak ada itu yang namanya daging dan telur di resep masakannya. Jadwal gue tiap hari adalah pagi ikut dia ke pusat kota, dia ngantor gue jalan-jalan sendiri. Malemnya gue balik ke kantor buat ikut dia pulang ke apartemen.

Di Singapura itu modal peta dan kartu kereta/bus, dijamin gak nyasar. Transportasinya tertib dan sangat teratur. Keren lah. Gue melipir juga ke Pulau Sentosa. Ya seperti turis pada umumnya aja. Di hari ketiga gue naik kereta malam yang pake tempat tidur gitu, meluncur ke Kuala Lumpur.

Di Kuala Lumpur gue nginep di dua rumah yang berbeda, keduanya dapet kenalan dari Couchsurfing. Dan gue naik ke Twin Tower Petronas di hari ulang tahun gue :D Cheesy, tapi senengnya setengah mati. Gue ngerasa, “Oooh jadi kayak gini ya rasanya ngasih kado ulang tahun untuk diri sendiri.”

WP1

WP2

Perjalanan luar negeri ke dua itu Januari tahun 2011, gue ke sebagian negara Asia Tenggara selama 4 minggu melalui jalan darat. Ngalamin yang namanya salah beli tiket kereta yang menyebabkan gue balik lagi ke KL padahal harusnya gue ke Bangkok. Kenalan sama petugas imigrasi darat Thailand yang ketemu lagi pas gue manyun di stasiun KL Sentral gegara salah beli tiket dan terpaksa ngejogrog di situ sampe malem buat naik kereta ke Hat Yai, kemudian dia nraktir gue sarapan dan ngebayarin gue token kamar mandi di stasiun biar gue bisa mandi. Bless you, uncle :)

Kemudian di perjalanan itu juga gue ngalamin yang namanya keliling kota jalan kaki mengunjungi semua landmark kota dari jam 9 pagi, sampai jam 1 siang. Iya segitu doang di Vientiane petualangannya. Sisanya gue habiskan buat tidur. Karena besok malamnya gue harus siap-siap naik busa selama lebih dari 24 jam dari Vientiane ke Hanoi. Ngelewatin perbatasan di atas gunung yang berkabut dan hujan deras dengan kostum yang salah banget, celana bahan ringan selutut, kaos lengan pendek, dan sendal jepit. Bertemu penduduk lokal yang sama sekali gak bisa bahasa Inggris sampe mau mesen makan pun gue bingung.

WP5kabut anjis tebel di perbatasan Moc Bai

Di perjalanan itu juga gue akhirnya bisa ngeliat sunset dan sunrise di Angkor Wat yang seandainya turisnya gak sebanyak itu pasti bakal berlipatganda magis dan indahnya. Berkunjung ke Killing Fields, berjalan di atas tanah yang pernah menjadi kuburan massal bagi ribuan orang di masa pemerintahan Pol Pot. Ngeliat kumpulan tengkorak setinggi lebih dari 5 meter. Ada yang bolong karena peluru atau sabetan benda tajam, ada yang rengkah, gak ada yang utuh. Gue juga masuk ke Musium Genosida, tempat pembunuhan dan penyiksaan tawanan sebelum dibawa ke Killing Fields, dan sebagian dari mereka adalah bayi dan anak kecil. Serem itu tempat.

WP4fajar menyingsing di Angkor Wat

Yah begitulah sedikit kisah jalan-jalan gue yang emang cuma dikit. Entah kapan bisa jalan-jalan lagi :)

Lewat Tengah Malam

Aku melontarkan satu sloki wiski ke mulutku dan menelannya tanpa jeda. Panasnya membakar tenggorokan hingga ke lambung. Mungkin kalau pertunjukan debus, aku tinggal menghembuskan napas dan menyalakan kobaran api. Seandainya panas itu bisa sedikit saja membakar keheningan di rumah ini.

Pecahan kaca dari pigura foto yang biasa bertengger di meja samping tempat tidur masih berserakan di lantai. Aku tidak ingin membersihkannya dan terpaksa melihat foto yang ada di pigura itu. Picture perfect couple, kata mereka yang pernah melihatnya. Iya, itulah aku dan Wira. Picture perfect. Couple? Not anymore.

Pigura itu sejam yang lalu aku banting ke lantai, beberapa saat setelah membaca selembar surat yang ditinggalkan Wira di teras rumah kami. Tentang permohonan maafnya. Tentang alasan kepergiannya. Tentang doanya yang katanya selalu untukku. Dan tentang anak yang didapatnya dari perempuan lain, bukan dari rahimku.

Sebenarnya bukan sesuatu yang terlalu mengejutkan. Ketidakhadiran Wira yang berlebihan di rumah. Keengganannya menyentuhku penuh birahi seperti 3 tahun pertama pernikahan kami. Juga panggilan telepon lewat tengah malam yang dijawabnya dengan suara berbisik sambil diam-diam turun dari tempat tidur dan melangkah ke luar kamar. Dipikirnya aku tidak tahu.

Tapi tetap saja ketika dugaan berubah menjadi kebenaran, tidak banyak orang yang siap. Aku salah satunya. Reaksi pertamaku seusai membaca suratnya adalah menelepon dan menuntutnya untuk kembali. Aku istrinya, dia suamiku. We belong together. We must be together, sampai maut memisahkan kami. Bukan selangkangan dan rahim perempuan lain. Nyatanya, aku mematikan telepon genggam sedetik setelah kutekan tombol “call”. Aku tidak tahu harus berkata apa. Aku tidak tahu apakah Wira tidak akan lebih menyakitiku lagi dengan keputusannya.

Dan sekarang aku hanya bisa bergelung di lantai kamar tidur yang gelap dan sepi. Salah satu serpihan kaca menorehkan pedih di lenganku, dan aku mendiamkannya. Saat ini aku menikmati apapun yang bisa aku rasakan selain rasa sakit dan kesepian ini.

“I need you, Wira…,” bisikku pada selembar foto pernikahan kami yang tercabik dari piguranya, terkapar dalam diam di lantai.

Jam dinding tua pemberian ayahku berdentang pelan di ruang tamu. Jam 01.15 pagi.

“I just need you now..,” aku berbisik lagi. Kali ini pada sepotong pecahan kaca yang baru saja kutusukkan ke pergelangan lenganku. Dan kegelapan ruangan menjadi semakin pekat.

Inspirasi dari lagu “Need You Now” oleh Lady Antebellum.

Hadiah Dari @AlanalokaShop Untuk #JuliNgeblog

Ada pemberian beberapa gelang cantik gue juga bakal mau banget 

kalo dikasih dari AlanalokaShop buat #JuliNgeblog ini.

image

Hadiah minggu pertama Juli 2013

Syaratnya:

  • Minggu pertama Juli 2013: Bikin cerpen yang diinspirasikan dari lagu kesukaan kamu buat postingan di #JuliNgeblog hari ini. Contohnya tulisannya Okke Sepatu Merah di siniCerpen ditunggu sampai tanggal 3 Juli 2013 jam 23.59. Jumlah kata antara 600-1.000 kata. Gak terlalu panjang kan ;)

Tiap minggunya satu orang pemenang akan diambil dari beberapa kandidat yang ngeblog minimal 25 postingan (1 postingan per hari) dari tanggal 1 Juli 2013 sampai 31 Juli 2013. Hasil tulisan akan dinilai oleh tim AlanalokaShop. JANGAN LUPA CC TULISAN KE @ALANALOKASHOP JUGA YA.

Oh iya, tema ini hanya untuk yang mau ikutan dapetin gelang AlanalokaShop aja kok. Untuk yang nggak, silakan menulis apapun yang diinginkan ;)

Selamat menulis!

Cewek Travelling Sendiri, Aman Gak?

Pertanyaan itu yang sering banget gue denger saat ngobrol soal travelling dengan teman-teman yang nyaris belum pernah jalan-jalan sendirian atau jauh. Baik dari cowok, terutama dari cewek. Gue sih bukan traveller yang udah banyak keliling dunia atau ke berbagai tempat. Belum. Yang pernah gue jalanin itu keliling sebagian Asia Tenggara sendiri selama sebulan dan overland-trip ke Bali. Itu yang paling keingetan. Sisanya ya beberapa perjalanan singkat yang rata-rata dekat dan gue tempuh sendirian juga.

WP6

gue dan Patuxay Monument, Vientiane-Laos

Jawabannya: Bisa aman, bisa nggak. Tergantung persiapan lo aja. Iya yang namanya mau aman butuh persiapan. Mungkin kedengeranya kecil, tapi ini yang gue lakuin dalam berbagai perjalanan.

  • Riset tentang  lokasi

Gue membiasakan diri untuk riset selengkap mungkin tempat-tempat yang akan gue tuju, terutama kalau gue belum pernah sama sekali ke sana. Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di sana, apa yang sebaiknya dilakukan dan tidak dilakukan di sana. Cara berpakaian di sana (sejauh ini gue menemukan gaya berpakaian kasual cukup aman. Setidaknya sampe sekarang gak ada yang nge-premanin gue di manapun. AMIT-AMIT). Nomer telepon darurat, kalo di US misalnya 911, di Indonesia 112, di negara lain mungkin beda lagi. Jam malam. Tempat yang disarankan dan tidak disarankan untuk beredar terutama bagi cewek yang travelling sendirian.

  • Jangan meleng

Serius. Jangan meleng. Selalu aware lo ada di mana, tapi jangan keliatan kayak orang bingung bolak-balik buka peta, lo malah akan jadi perhatian dan kemungkinan ada aja orang yang akan manfaatin kebingungan lo itu buat tujuan yang nggak-nggak. Take mental note akan keadaan sekitar lo. Kalo lo pelupa, beneran catet hal-hal penting apa aja yang patut lo catet, misalnya: nama jalan, nama gedung yang paling mencolok.

WP7

gue dan Ho Chi Minh Mausoleum

  • Jangan celingukan

Sok iye aja, jalan dengan kepala tegak dan tatapan pede walopun mungkin sebenernya lo udah mau nangis karena gak tau lo ada di mana. Cari pos polisi terdekat atau stasiun bus/kereta, minta petunjuk arah di sana. Biasanya petugas akan membantu dengan senang hati, gue belum nemuin ada yang gak mau bantu. Waktu tiba di terminal bus antah berantah di Hanoi setelah perjalanan selama 26 jam dari Vientiane, gue sebenernya udah mau nangis aja. Ya iya, jam 8 malem, negara asing, bahasa gue gak paham, dkerubutin calo taksi dan ojek. Tapi gue pasang tampang pede dan jalan ke arah jalan raya, dan langsung nyetop taksi yang menurut hasil riset gue adalah taksi yang terpercaya.

  • Kasih tau orang lain soal perjalanan lo.

Jangan disimpen sendiri, minimal ada orang lain yang tahu terakhir lo ada di mana dan berencana menuju ke mana. Jadi kalau sampe lo gak ada kabar sama sekali, they know where to start searching. Apalagi jaman sekarang, media sosial bertebaran. Lo b isa berbagi cerita di Twitter, berbagi foto di Instagram, atau berbagi lokasi di Foursquare. Tiap gue jalan-jalan gue selalu update hal-hal itu. Selain untuk pamer, biar aman juga. HAKHAKHAKHAK.

  • Ngobrol coy

Jangan asik sendiri ama gadget lo saat travelling. Ngobrol sama sesama traveller yang ketemu di jalan. Berbagi cerita, berbagi pengalaman, malah kadang berbagi rumah. Waktu di Vientianne gue jalan keliling kota seharian sama James, bule asal Jerman. Cakep (–,) Dan setidaknya gue punya temen jalan dan ngobrol. Waktu di Bangkok dan Ho Chi Minh City gue nebeng di apartemen anak Couchsurfing yang sama sekali belum pernah gue temuin sebelumnya. Di HCMC asoy beut lah, nebeng di apartemen mewah milik diplomat US, dateng ke pesta di US Embassy yang tinggal koprol doang dari apartemen, lanjut sama ngebeer asik sama staff kedutaan. Besoknya janjian sama sesama traveller yang belum pernah gue temuin selain di internet buat keliling kota. Malah di Kuala Lumpur gue ada temen yang wanti-wanti kalau ke sana harus nginep di tempat dia. Di Ubud, gue pernah nginep di rumah temennya temen gue. Semua karena berani ngobrol.

WP8

gue dan beberapa traveller keliling HCMC. Cewek baju pink di kiri namanya Isa dari Spanyol. Saat gue ketemu dia, dia udah dua tahun keliling dunia, sendiri.

  • Dengerin kata hati lo

Oke ini adalah kalimat yang klise banget, tapi gue yakin kata hati selalu berkata benar. Intuisi. Kalo perasaan lo gak enak dan bilang jangan, gue saranin banget jangan dilakukan. Tahayul? Mungkin, gue sih percaya. Sejauh ini kalau gue ngelanggar kata hati emang selalu ada aja kejadian yang bikin gak enak.

Itu tips dari gue. Mungkin ada yang mau nambahin?